Thursday, October 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Berikan Fasilitasi Akses Permodalan Bagi Nelayan Kecil

Diskan Berikan Fasilitasi Akses Permodalan Bagi Nelayan Kecil

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo memberikan fasilitasi akses permodalan kegiatan pengembangan kapasitas nelayan kecil di UPT Perikanan Air Tawar/Payau Diskan Kabupaten Probolinggo, Senin (24/5/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari KUB Putra Sedong Desa Dringu Kecamatan Dringu, KUB Samudera Emas Desa Tamansari Kecamatan Dringu, KUB Jaring Sutra Desa Tamansari Kecamatan Dringu, KUB Layar Bahari Desa Klaseman Kecamatan Gending, KUB Sumber Raya Bahari Desa Klaseman Kecamatan Gending dan KUB Nelayan Jaya Desa Klaseman Kecamatan Gending.

Selama kegiatan ini mereka mendapatkan materi terkait kebijakan perikanan dalam perlindungan dan pemberdayaan nelayan dari Diskan Kabupaten Probolinggo, akses modal KUR Bank BRI dari BRI Cabang Probolinggo serta akses modal melalui BLU LPMU KP dari Fasilitator Kemitraan BLU LPMU KP (Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan Perikanan).

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada nelayan dalam mengakses permodalan dengan melibatkan perbankan dan lembaga penyedia modal usaha.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah mewujudkan permodalan bagi nelayan untuk mengembangkan usahanya dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan nelayan,” katanya

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, fasilitasi permodalan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

“Sulitnya akses, persyaratan yang berbelit-belit hingga ketidaktahuan nelayan tentang lembaga pendanaan menjadi beberapa faktor nelayan enggan mengurus kredit bergulir,” jelasnya.

Ipung menambahkan ketergantungan nelayan terhadap permodalan mandiri, penyisihan keuntungan usaha, meminjam dari anggota keluarga ataupun dari sumber keuangan informal lainnya masih sangat tinggi. (wan)