Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Dishub dan BPBD Jalin Sinergitas Manajemen Pemerintahan di Bidang Perhubungan dan Kebencanaan

Dishub dan BPBD Jalin Sinergitas Manajemen Pemerintahan di Bidang Perhubungan dan Kebencanaan

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menjalin sinergitas pelaksanaan manajemen pemerintahan di bidang perhubungan dan kebencanaan.

Sinergitas ini ditandai dengan kunjungan Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto ke Kantor BPBD Kabupaten Probolinggo. Kehadirannya disambut oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief dan Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan sinergitas ini dilakukan dalam pelaksanaan menagement pemerintahan bidang perhubungan mendukung kelancaran lalu lintas arus perekonomian barang dan jasa dalam pengendalian inflasi daerah.

“Sinergitas ini kita wujudkan dalam pertukaran dan saling support data untuk dimanfaatkan bersama. Data Dishub mensupport mitigasi kebencanaan dan BPPD melalui data kajian, potensi cuaca dan lain-lain memsupport kajian kelancaran arus barang dan jasa,” katanya.

Menurut Edy, rencana tindak lanjut, secara teknis akan dilaksanakan gladi manajemen pemerintahan untuk bersinergi dalam pencapaian tugas bersama. “Hal ini bertujuan agar angkutan dan transportasi berkeselamatan menunjang peningkatan perekonomian daerah,” jelasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengungkapkan ini merupakan bagian dari program BUS Patas dalam menangani suatu kondisi kebencanaan. Dengan sinergitas antar OPD termasuk dengan Dishub, Satpol PP, Dinsos dan lainnya, pelayanan masyarakat dalam pananganan kebencanaan akan berjalan lebih baik dan lebih terarah sehinga dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Selain itu guna terwujudnya sinergitas pelaksanaan manajemen pemerintahan di bidang perhubungan dan kebencanaan dalam pengendalian inflasi daera. Latar belakangnya kesiapan dalam manghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang masih ada bahkan diperkirakan akan masuk puncak musim hujan di minggu-minggu yang akan datang,” pungkasnya. (wan)