KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran (edu talk) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada proses pembelajaran.
Workshop tersebut terselenggara melalui kolaborasi Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dengan Yayasan Sanata Kita Indonesia, Intel, Axioo Class Program, UpMySkill, RidiComp dan Bank Jatim Cabang Kraksaan.
Mengusung tema “Accelerating Digital Transformation in Education” dengan subtema “Challenges and Collaborative Solutions”, kegiatan ini diikuti oleh 1.000 guru yang terdiri dari 178 guru TK, 614 guru SD dan 208 guru SMP. Para peserta dibagi dalam dua gelombang, yakni sesi pagi dan siang.
Selama workshop, para guru mendapatkan materi mengenai kebijakan transformasi digital pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran, penerapan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan, praktik penggunaan platform digital hingga sesi diskusi dan berbagi pengalaman bersama para narasumber.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi informasi pada proses pembelajaran sekaligus mendorong implementasi pembelajaran berbasis teknologi dan AI di sekolah.
Selain itu, workshop ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai mitra pendidikan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta mempersiapkan guru menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara penuh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menegaskan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Pendidikan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan kemajuan digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Menurut Anang, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Dunia pendidikan tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Saat ini kita telah memasuki era digital, bahkan era Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Perubahan ini membawa tantangan sekaligus peluang yang sangat besar,” lanjutnya.
Anang menegaskan guru dituntut terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya agar mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan serta tetap berpusat pada pengembangan karakter peserta didik.
“Saya meyakini teknologi bukanlah pengganti guru. Justru teknologi merupakan alat yang akan memperkuat peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator dan inspirator bagi generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama workshop tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. “Saya berharap setelah mengikuti workshop ini, Bapak dan Ibu mampu mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ke dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Jadikan kelas sebagai ruang belajar yang lebih interaktif, inovatif dan mampu membangun kreativitas peserta didik,” jelasnya.
Lebih lanjut Anang menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum ataupun sarana prasarana, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas guru.
“Ketika guru terus belajar, maka sekolah akan berkembang. Ketika sekolah berkembang, maka kualitas pendidikan akan meningkat. Dan ketika kualitas pendidikan meningkat, maka masa depan Kabupaten Probolinggo akan menjadi semakin baik,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
