Thursday, October 8, 2026
Depan > Informasi Layak Anak > Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gelar Tadarus Bersama Disabilitas Netra, Perkuat Pendidikan Inklusif

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gelar Tadarus Bersama Disabilitas Netra, Perkuat Pendidikan Inklusif

KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama penyandang disabilitas netra di Musholla At-Tarbiyah Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritualitas sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Suasana khidmat mewarnai kegiatan tadarus yang diikuti para penyandang disabilitas netra dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan Al-Qur’an braille. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana ibadah di bulan Ramadan, tetapi juga ruang kebersamaan yang menegaskan pentingnya kepedulian dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan pihaknya terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas netra melakukan kegiatan tadarus dengan menggunakan Al-Qur’an braille di mushola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. (Foto : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)

“Dinas Dikdaya selalu terbuka dan inklusif. Kami terus mendorong layanan pendidikan inklusif di satuan pendidikan, termasuk akses bagi para penyandang disabilitas dengan dukungan regulasi melalui Peraturan Bupati dan Peraturan Daerah sebagai payung hukum pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk dalam memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.

Menurut Hary, pemerintah daerah juga terus memperkuat implementasi pendidikan inklusif melalui penguatan sekolah inklusif, pengembangan Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta berbagai program afirmatif lainnya agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan.

Lebih lanjut Hary menegaskan ikegiatan tadarus bersama ini menjadi refleksi bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, tetapi praktik nyata yang menyentuh nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

“Momentum Ramadan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati dan memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menegaskan bahwa setiap insan memiliki hak yang sama dalam mengakses pendidikan dan menjalankan ibadah dengan penuh martabat,” tambahnya.

Suasana tadarus Al Qur’an oleh penyandang disabilitas menggunakan Al Qur’an braille di musholla Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. (Foto : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)

Melalui kegiatan tersebut, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap semangat inklusivitas semakin tumbuh di lingkungan satuan pendidikan maupun masyarakat sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang ramah, setara dan menghargai keberagaman. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info