Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dorong Siswa Jadi Ilmuwan Muda Lewat EksploraSains

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dorong Siswa Jadi Ilmuwan Muda Lewat EksploraSains

KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama MGMP IPA SMP Kabupaten Probolinggo mendorong peserta didik mengembangkan kreativitas, kemampuan bereksperimen dan keberanian menciptakan inovasi melalui kegiatan EksploraSains “Satu Hari Jadi Ilmuwan Muda”.

Kegiatan tersebut berlangsung di SAE Innovation & Creative Center (SICC) Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/8/2026) dengan melibatkan 15 siswa dari lima sekolah. Peserta berasal dari SMPN 2 Kraksaan, SMP Al-Irsyad, SMP Taman Dewasa, SMP Ma’arif NU Kraksaan dan SMP Taruna Islam Al Kautsar.

EksploraSains ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Fandhi Putra, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati dan Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adi.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan EksploraSains menjadi wadah bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar melalui praktik dan eksperimen.

“Pembelajaran sains perlu memberikan ruang kepada siswa untuk mencoba, mengamati, menemukan solusi dan menghasilkan karya. Sekolah agar bergantian memanfaatkan gedung SICC sebagai tempat untuk menuangkan ajang talenta bagi siswa-siswinya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sesi jelajah zona interaktif yang menampilkan tiga proyek inovasi sains karya guru pembimbing dan siswa. Zona A menampilkan Dabar Oil yaitu ekstrak daun bawang merah yang dikembangkan sebagai alternatif minyak penyedap makanan. Proyek tersebut merupakan karya SMPN 1 Dringu dan SMPN 1 Tongas dengan guru pembimbing Retno Irawati dan Yenni Kurniati.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati bersama siswa dan siswi peserta EksploraSains. (Foto : Disdikdaya)

Selanjutnya Zona B menghadirkan Liliac Jantah, inovasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapis bawang merah dari SMPN 1 Dringu dengan pembimbing Anggarini Dian P. Sementara Zona C menampilkan karya SMPN 1 Kraksaan berupa model peraga DNA, alat peraga pompa hidrolik dan electricity generation statis menggunakan buah jeruk.

Like menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan konsep sains, tetapi juga melatih siswa berpikir kritis dan kreatif melalui pengalaman langsung. “Untuk para pelajar dari PAUD, SD dan SMP agar terus berlatih dan bereksperimen dalam segala kemampuan yang dimilikinya,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan juga dilengkapi Science Passport yang menjadi panduan aktivitas peserta. Sementara sistem rotasi setiap 10 menit diterapkan untuk mengatur pergerakan tiga kelompok siswa di setiap zona sehingga kegiatan berjalan tertib.

“Aspek keselamatan dan kesehatan kerja turut menjadi perhatian. Penggunaan alat pemanas seperti kompor Bunsen dan spiritus dilakukan dengan pengawasan pendamping serta memperhatikan ventilasi ruangan,” terangnya.

Menurut Like, sejumlah inovasi yang ditampilkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Dabar Oil dan Liliac Jantah, misalnya, direkomendasikan untuk dikembangkan dalam program kewirausahaan Sains sekolah (Sciencepreneurship).

“Harapannya EksploraSains tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat menjadi agenda berkala dengan melibatkan lebih banyak sekolah di Kabupaten Probolinggo. Anak-anak kita punya banyak kemampuan yang harus terus dipupuk dan didukung agar selalu berani menuangkan ide dan kreasi,” tegasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati didampingi Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Fandhi Putra dan Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adi bersama siswa dan siswi peserta EksploraSains. (Foto : Disdikdaya)

Like menambahkan, dukungan masyarakat dan orang tua menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi peserta didik. Kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga keberhasilan sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan dan inovasi. “Harus ada dorongan terbaik agar pendidikan di Kabupaten Probolinggo semakin maju dan berkembang, baik dari sisi akademik maupun nonakademik,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info