Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar posyandu ternak rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Posyandu ternak ini dilakukan di 5 (lima) desa di 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Desa Guyangan Kecamatan Krucil dengan target 300 ekor, Desa Pondok Kelor dan Desa Sidodadi Kecamatan Paiton dengan target 400 ekor, Desa Kedungrejo Kecamatan Bantaran dengan target 300 ekor dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Tongas dengan target 200 ekor.
Selasa (27/2/2024), posyandu ternak ini dilaksanakan di Desa Pondok Kelor dan Desa Sidodadi Kecamatan Paiton. Kegiatannya meliputi pelayanan Kesehatan hewan dan pelayanan optimalisasi reproduksi.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengatakan posyandu ternak adalah pelayanan terpadu. Di mana disitu ada vaksinasi, pelayanan kesehatan, pemeriksaan kebuntingan dan pelayanan inseminasi buatan.
“Kebetulan pada saat ini di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo khususnya ini ada peningkatan kejadian penyakit PMK dan penyakit LSD. Jadi kami dari Dinas Pertanian bekerja sama dengan apparat setempat,” katanya.
Niko menerangkan untuk posyandu ternak ini, bukan ternaknya yang dikumpulkan. Karena kondisinya seperti ini, maka pelayanan yang diberikan tetap door to door dibantu oleh aparat desa setempat, mulai dari Kepala Desa (Kades, Sekretaris Desa (Sekdes), Ketua RT dan Ketua RW. “Pokoknya kita melakukan posyandu ternak ini secara door to door jalan kaki mendatangani ternaknya,” jelasnya.
Menurut Niko, dua desa di Kecamatan Paiton ini dilakukan posyandu ternak karena berharap di situ masih banyak ternak yang sehat. Ternak yang sehat bisa dilakukan vaksinasi dan ternak yang sakit dilakukan pengobatan gratis.
“Dari target 400 ekor ternak ini terealisasi 390 ekor. Realisasinya memang tidak mencapai 100% karena banyak peternak yang tidak memelihara ternak lagi. Ternaknya sudah dijual karena mereka khawatir ternaknya terkena PMK dan LSD,” terangnya.
Niko menerangkan posyandu ternak ini melibatkan lintas sektoral seperti Kepala UPT, jajaran TNI/Polri, perangkat desa, para dokter hewan wilayah dan petugas teknis setempat seperti petugas inseminator dan pelayanan Kesehatan.
“Posyandu ternak ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan hewan di Masyarakat dan mencegah meningkatnya kejadian PMK maupun penyakit LSD di wilayah Kabupaten Probolinggo. Serta mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan berupa vaksinasi PMK dan LSD. Sekaligus pemeriksaan kebuntingan maupun inseminasi buatan,” ujarnya.
Lebih lanjut Niko mengharapkan perangkat desa dan masyarakat mau membantu dan menerima pelaksanaan program pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan vaksinasi PMK maupun LSD. Sebab seperti yang disampaikan oleh pemerintah pusat bahwa penyakit PMK ini sampai tahun 2031 masih ada apabila pelaksanaan vaksinasi PMK tidak berjalan secara optimal.
“Misalkan dilaksanakan secara terus menerus setiap 6 bulan sekali dalam setahun, Insya Allah daerah yang pelaksanaan vaksinasi PMK-nya secara rutin tidak terkena PMK. Ternak yang rentan terkena PMK diantaranya sapi, kambing. domba, kerbau, babi dan kuda yang belum divaksinasi PMK ataupun baru sekali vaksinasi PMK,” tegasnya.
Oleh karena itu jelas Niko, butuh bantuan dari aparat setempat maupun masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan vaksinasi PMK dan LSD secara gratis. Harapannya supaya ternak di wilayah Kabupaten Probolinggo sehat semua.
“Kami dari Dinas Pertanian tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus dibantu oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo untuk mau diberikan vaksinasi PMK dan LSD,” tambahnya.
Niko menambahkan PMK maupun LSD ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Kalau tidak secara kontinue dilaksanakan vaksinasi, sampai kapan nanti mau selesai. “Yang terpenting lagi, masyarakat kendaknya menjaga kebersihan sekitar kandang. Itu wajib hukumnya menjaga Kesehatan ternak walaupun sudah diberi vaksin PMK dan LSD. Terlebih di musim pancaroba, mohon diperhatikan pakan dan kebersihan kandang,” pungkasnya. (wan)
