Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > Dinkes Lakukan Peningkatan Kapasitas Tracer

Dinkes Lakukan Peningkatan Kapasitas Tracer

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan peningkatan kapasitas tracer se-Kabupaten Probolinggo di Paseban Sena Probolinggo, Senin dan Selasa (27-28/6/2022).

Kegiatan ini total diikuti oleh 360 orang peserta yang terbagi dalam 2 (dua) hari. Hari pertama Senin (27/6/2022), diikuti 169 orang terdiri dari TNI 81 orang, Polri 80 orang dan Kader/Relawan 8 orang dan hari kedua Selasa (28/6/20220 diikuti 191 orang terdiri dari TNI 89 orang, Polri 85 orang dan Kader/Relawan 17 orang.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi berupa Silacak versi 3 dan transisi pandemi Covid-19 ke endemi dari narasumber Cahya Yuliani dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Serta pengarahan dari Kodim 0820 Probolinggo dan Polres Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mujoko mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tracer tentang transisi pandemi Covid-19 ke endemi.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tracer dalam entry aplikasi Silacak terbaru, meningkatkan rasio kontak erat yang ditemukan serta meningkatkan jumlah testing Covid-19,” katanya.

Mujoko menjelaskan munculnya varian baru dari virus Covid-19 hingga saat ini masih dilaporkan oleh beberapa Negara. Di tingkat global secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID.

“Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark dan Israel. Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris dan Afrika Selatan,” jelasnya.

Sedangkan di Indonesia jelas Mujoko, subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 juga telah terdeteksi. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif. Ada 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022.

“Dimana 4 kasus itu terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali. Sisanya 3 orang kasus positif BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei,” terangnya.

Menurut Mujoko, dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2. “Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya,” tegasnya.

Mujoko menegaskan kondisi penambahan kasus konfirmasi di Kabupaten Probolinggo dalam 2 bulan teakhir pada bulan Mei ada penambahan 3 kasus baru dan pada bulan Juni mengalami kenaikan dengan penambahan 7 kasus konfirmasi.

“Berdasarkan 3 indikator assesment penentuan Level PPKM, saat ini kondisi Kabupaten Probolinggo berada pada Level 1 dengan nilai 2 indikator memenuhi/memadai dan 1 indikator masih terbatas,” ujarnya.

Lebih lanjut Mujoko menambahkan tiga indikator tersebut diantaranya transmisi komunitas berada pada tingkat 1. Artinya kasus konfirmasi 0.08 per 100.000 penduduk dan tingkat kematian 0. Selanjutnya, capaian vaksinasi pada tingkat memadai yaitu vaksin lengkap pada masyarakat umum 71,36% (target nasional >70%) dan untuk vaksin lengkap lansia 61,21% (target nasional >60%).

“Indiktor ke-3 adalah kapasitas respon yang terbatas yaitu untuk testing belum memenuhi 1 per 100.000 penduduk dan tracing juga masih dibawah 15 per kasus konfirmasi. Guna meningkatkan testing dan tracing ini sangatlah diperlukan kerjasama antar lintas program dan lintas sektor utamanya kerja sama tenaga kesehatan, masyarakat dan tracer,” pungkasnya. (wan)