Tuesday, October 26, 2021
Depan > Kesehatan > Hasil Swab Negatif, Orang Positif COVID-19 Bisa Dinyatakan Sembuh

Hasil Swab Negatif, Orang Positif COVID-19 Bisa Dinyatakan Sembuh

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Orang positif Corona Virus Disease (COVID-19) bisa dinyatakan sembuh apabila sudah sehat. Dimana sehat itu ukurannya kalau dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya negatif.

“Kalau yang pasti, dia sembuh kalau sehat. Konfirmasi positif itu bisa dalam kondisi sehat dan kondisi sakit. Kalau swab negatif, berarti dia sembuh. Tetapi negatif dan tidak negatif tergantung kepada kekebalan tubuh seseorang. Secara teori masing-masing orang berbeda,” kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, kalau sehat itu ukurannya memang dari hasil swab. Daya tahan tubuh masing-masing orang berbeda. “Kalau daya tahan tubuhnya bagus maka dia cepat sembuh. Segera kekebalan tubuhnya terbentuk maka kalau di swab ulang dia akan negatif dan dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Demikian pula dengan orang yang terinfeksi virus Corona dalam kondisi sakit terang Anang. Kalau yang sakit itu, bisa saja sakitnya sembuh dan hasil swabnya negatif. Seperti, PDP yang dilakukan swab, maka PDPnya, sesaknya, batuknya dan pileknya sehat dan sembuh, tapi bisa saja setelah itu di swab masih positif.

“Nanti dia seperti yang lain, dia positif dalam kondisi yang sehat. Jadi untuk kasus yang sakit itu, konfirmasi sakit. Bisa jadi karena keluhan yang tidak ada, belum tentu dia dinyatakan sehat. Sehat itu ukurannya kalau hasil swabnya negative,” tegasnya.

Anang menerangkan, untuk kesembuhan pasien positif COVID-19 itu tergantung pada swabnya. Hasil swabnya itu seharusnya dua kali harus negatif. Pihaknya sudah melakukan swab kepada warga reaktif, kontak dekat dan pasien positif serta hari ini sudah ada hasilnya yang negatif.

“Alhamdulillah, nanti selanjutnya kita swab lagi. Nanti kalau kedua hasilnya negatif ya sudah kita pulangnya. Jadi harus swab dua kali negatif. Memang agak panjang, karena swabnya itu yang antri. Kalau swabnya cepat enak bisa cepat diketahui hasilnya. Masalahnya hasil swabnya yang menunggu,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menambahkan COVID-19 itu sebenarnya bukan sakit tetapi orang yang terinfeksi Virus Corona. Kemungkinannya ada dua, bisa kondisinya sehat dan bisa kondisinya sakit.

“Orang terinfeksi Corona itu ada dua kemungkinan, bisa kondisi sehat tapi dia mengandung virus Corona tapi bisa juga dia kondisi sakit. Sakit itu maksudnya bisa seperti infeksi paru-paru. Ada yang sehat, artinya Orang Tanpa Gejala atau orang bisa dikatakan carier,” pungkasnya. (wan)