BESUK – Upaya membangun generasi sehat dan bebas stunting terus diperkuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melalui edukasi kesehatan sejak usia remaja. Salah satunya dilakukan dengan menggelar Aksi Bergizi di SMP Negeri 1 Besuk dan SMP Negeri 1 Wonomerto, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar remaja putri dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan reproduksi hingga kesehatan jiwa. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal bagi para siswi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, para siswi mendapatkan penyuluhan dan edukasi mengenai gizi remaja. Materi juga mencakup kesehatan reproduksi serta kesehatan jiwa yang menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara menyeluruh.
Selain mendapatkan materi edukasi, para siswi juga diajak melakukan praktik penerapan gizi seimbang melalui kegiatan makan bersama. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memberikan gambaran secara langsung mengenai pentingnya memilih dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Setelah makan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara bersama-sama. Pemberian dan konsumsi TTD menjadi salah satu upaya untuk mencegah anemia pada remaja putri.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan masa remaja merupakan periode penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Karena itu, edukasi mengenai gizi dan kesehatan perlu diberikan secara berkelanjutan.
“Remaja putri merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam pemenuhan gizi. Melalui Aksi Bergizi ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan sekaligus kepedulian mereka terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik pada masa remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari investasi kesehatan untuk masa depan. “Remaja putri yang sehat diharapkan tumbuh menjadi generasi produktif dan memiliki kualitas kesehatan yang baik,” lanjutnya.
Sri Wahyu menjelaskan, kesehatan remaja tidak dapat dipisahkan antara kondisi fisik dan mental. Pengetahuan yang cukup diharapkan membuat para siswi mampu mengenali pentingnya menjaga kesehatan serta mengambil keputusan yang lebih baik terkait pola hidup mereka.
“Yang kita bangun bukan hanya kesadaran untuk mengkonsumsi makanan bergizi, tetapi juga bagaimana remaja memahami kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa. Kesehatan fisik dan mental harus berjalan bersama agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” jelasnya.
Lebih lanjut Sri Wahyu menekankan pentingnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD secara rutin sesuai anjuran. Pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja karena kondisi kesehatan pada fase tersebut berkaitan dengan kesiapan kesehatan perempuan di masa mendatang.
“Tablet Tambah Darah bukan sekadar kegiatan minum bersama saat ada program. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan agar remaja putri memahami manfaatnya dan rutin mengonsumsinya sesuai anjuran. Pencegahan anemia harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan Aksi Bergizi tidak berhenti pada kegiatan di sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswi diharapkan mampu menerapkan pola makan bergizi seimbang, menjaga kebersihan dan kesehatan, rutin mengonsumsi TTD serta memperhatikan kesehatan mental.
“Kami berharap anak-anak dapat membawa pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini ke lingkungan keluarga dan pergaulan mereka. Dengan kebiasaan hidup sehat sejak remaja, kita bersama-sama menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, produktif dan memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui Aksi Bergizi, Dinkes Kabupaten Probolinggo terus mendorong penguatan edukasi kesehatan di kalangan remaja. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mencegah anemia sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting di masa depan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
