Saturday, April 13, 2024
Depan > Pemerintahan > Desa Klaseman Raih Penghargaan Tiga Terbaik Desa Cantik Jawa Timur

Desa Klaseman Raih Penghargaan Tiga Terbaik Desa Cantik Jawa Timur

Reporter : Syamsul Akbar
BATU – Desa Klaseman Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo meraih penghargaan sebagai 3 (Tiga) Terbaik Desa Cantik (Cinta Statistik) Jawa Timur untuk Kategori Desa dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur.

Selain Desa Klaseman Kecamatan Gending, BPS Provinsi Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada BPS Kabupaten Probolinggo atas peran aktifnya sebagai Pembina Statistik Desa dengan manajemen dan output terbaik dalam Program Desa Cinta Statistik Provinsi Jawa Timur 2021.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan kepada Sekretaris Desa Klaseman Suparman dan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Syaiful Rahman dalam Evaluasi dan Pemanfaatan Data Susenas 2021 Dalam Rangka Transformasi Statistik di Golden Tulip Holland Resort, Batu, Rabu (15/12/2021).

Pj Kepala Desa Klaseman Suwanto mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan raihan penghargaan Desa Cantik Jawa Timur dari BPS Provinsi Jawa Timur. Sebab tidak semudah yang dibayangkan untuk bisa mendapatkan sebuah penghargaan. Terlebih lagi harus bisa menularkan apa yang didapatkan kepada desa-desa lain yang ingin maju.

“Alhamdulillah, Desa Klaseman dapat meraih penghargaan sebagai Desa Cantik Jawa Timur 2021. Tentunya penghargaan ini merupakan hasil kerja sama semua tim yang ada di Desa Klaseman serta pembinaan yang diberikan oleh BPS Kabupaten Probolinggo. Namun demikian, intinya kami masih sama-sama belajar,” ujarnya.

Menurut Suwanto, selama ini Desa Klaseman ini selalu mendapatkan pendampingan dari BPS Kabupaten Probolinggo dalam melakukan pendataan. Terutama dalam hal komitmen satu data yang akurat.

“Harapan kami tentunya tidak berhenti sampai disini saja. Ke depannya harus lebih baik lagi. Intinya data statistik harus menjadi pedoman dalam setiap pembuatan keputusan pembangunan di desa, baik untuk pembuatan profil desa maupun monografi desa,” harapnya.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Syaiful Rahman mengatakan penghargaan ini memang ditujukan bagi kepala desa yang mempunyai komitmen untuk membangun desanya dari data statistik. Karena berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia, ini diharapkan membangun dari desa dulu.

“Kita bangun dari desa yang dulunya desa itu sebagai objek dari pembangunan, sekarang dibuat desa itu subyek pembangunan. Kalau didalam subyek pembangunan, desa itu didalam langkah membangun desa harus ada data-data yang kuat. Data yang kuat dan berkualitas itu adalah data-data yang dapat mendukung suatu pembangunan desa itu berdasarkan sistem statistik nasional, sistem metodologi dan yang jelas,” katanya.

Syaiful menjelaskan data itu harus dimengerti dan dipahami bagi semua perangkat desa. Dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2019, prinsip satu data itu BPS sebagai Pembina Data dan Kominfo sebagai Wali Data itu harus dapat membina bersama stakeholder yang lain, khususnya Bappeda dan DPMD supaya di dalam pembangunannya itu betul-betul menggunakan data yang akurat dan benar. “Sekarang itu sudah dimulainya tahunnya tahun satu data. Jadi semua data itu harus satu berdasarkan konsep dan metodologi yang jelas,” jelasnya.

Menurut Syaiful, Desa Klaseman meraih penghargaan karena prosesnya ada yang diawali dari pembentukan Pokja Desa pada bulan Mei 2021. Selanjutnya ada tim evaluasi dari BPS Kabupaten Probolinggo yang diajukan ke BPS Provinsi Jawa Timur. Sebab BPS RI mempunyai program membentuk 100 Desa Cantik tingkat nasional.

“Selain itu, BPS Provinsi Jawa Timur juga ingin membina dan mencari sekitar 10 desa di Jawa Timur, salah satunya adalah Desa Klaseman. Sebab masing-masing desa dan kelurahan diminta untuk mengusulkan dengan kriteria-kriteria yang jelas mana-mana yang masuk kategori desa dan kelurahan cinta statistik. Nanti kita membuat laporan mulai pembentukan panitia dan kebutuhan apa saja yang diperlukan di dalam desa itu dalam membangun dan PJ Kepala Desa dapat memberikan motivasi dan melakukan segala sesuatunya harus berdasarkan data,” tegasnya.

Syaiful menegaskan BPS Kabupaten Probolinggo sendiri hingga saat ini sudah mempunyai 3 (tiga) binaan sebagai Desa Cinta Statistik. Yakni, Desa Klaseman Kecamatan Gending, Desa Krejengan Kecamatan Krejengan dan Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar.

“Kami berharap Desa Klaseman ini nantinya bisa menjadi virus baik yang bisa dicontoh oleh desa-desa yang lain. Dengan adanya ini BPS siap membina terkait dengan kebutuhan datanya untuk membangun desa. Mungkin dari konsep dan definisinya bagaimana membuat profil desa dan monografi desa yang baik menurut kaidah-kaidah statistik. Harapan kami membina masing-masing desa yang siap memanfaatkan teknologi. Sebab segala sesuatu perencanaan desa itu harus didasarkan pada data statistik,” pungkasnya. (wan)