Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > CSR PT PLN Persero UPT Probolinggo Serahkan Bantuan Sarana Pendukung Kegiatan

CSR PT PLN Persero UPT Probolinggo Serahkan Bantuan Sarana Pendukung Kegiatan

Reporter : Hendra Trisianto

PAITON – Salah satu komunitas penggiat lingkungan di Kabupaten Probolinggo menerima bantuan CSR dari PT. PLN Persero UPT Probolinggo berupa dua unit pos pantau dan empat unit alat komunikasi (Alkom) Handy Talky, sebagai sarana pendukung kegiatan.

Bantuan CSR tersebut diserahkan oleh General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Suroso bersama rombongan tim CSR Kantor Induk PLN Persero saat melakukan beberapa realisasi program CSR di Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/05/2019) siang.

Seperti yang umum diketahui bahwa dalam pengelolaannya UPT Probolinggo berperan aktif dalam menjaga dan mendorong pemberdayaan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Sekaligus bisa memberikan kontribusi serta mengajak masyarakat ikut serta menjaga keamanan aset objek vital nasional.

Sementara Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar Indonesia (Perisai) dalam kegiatannya berkontribusi dalam menjaga kelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem di kawasan yang juga terdapat aset PLN berupa transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet).

Menurut keterangan Manager PLN UPT Probolinggo Hendrik Maryono, kerjasama melalui program CSR PLN ini adalah salah satu wujud sinergi dan komunikasi yang baik antara PLN dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu Transmisi PLN yang berada di sepanjang Hutan KRPH Kabuaran dan Matikan Kecamatan Paiton juga sangat membutuhkan dukungan keamanan khususnya dari kebakaran hutan.

“Mereka juga menjaga hutan disini agar terhindar dari kebakaran, karena acapkali kebakaran hutan juga diakibatkan oleh ulah tangan pemburu untuk mengarahkan hewan buruannya seperti kijang dan babi hutan. Kebakaran ini tentu juga mengancam keamanan aset negara yaitu Transmisi PLN,” terang Hendrik.

Hendrik menambahkan, penyediaan beberapa titik pos pantau di kawasan hutan tersebut diharapkan mampu menambah image bahwa hutan ini ada penjaganya, sehingga para pemburu akan berpikir dua kali untuk berburu di kawasan ini. Adanya Alkom juga diharapkan lebih menunjang koordinasi dan komunikasi di lapangan, sehingga dapat memperlancar kegiatan saat melakukan patroli hutan bersama tim.

Dalam sambutannya Suroso juga mengemukakan, kegiatan kerjasama CSR merupakan salah satu upaya PLN agar energi listrik negara selalu tersalurkan kepada seluruh pelanggan dengan baik tanpa adanya pemadaman. Selain menjaga kompetensi PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik, juga selalu peduli dengan isu dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Suroso menerangkan bahwa di daerah Probolinggo selain terdapat aset transmisi yang terbentang dari wilayah Pandaan sampai ke Banyuwangi, juga ada unit pengelola objek vital PLN yang memegang peranan penting untuk evakuasi daya dari pembangkit besar di Paiton untuk dikirim ke wilayah Tuban, Banyuwangi dan Bali bahkan sebagian daya juga dikirim ke wilayah barat.

“Kami sangat bangga teman-teman komunitas bisa berkontribusi kepada alam yang juga akhirnya bermanfaat untuk PLN. Terima kasih kepada Perisai dan mitra, atas sinergi dan kolaborasi bersama PLN dalam mengamankan aset negara yang berada di sekitar kita,” ungkap Suroso.

“Kami harap kelompok masyarakat peduli lingkungan ini semakin intens dalam menjaga hutan serta memberikan sosialisasi kepada para pemburu dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan kita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Suroso juga memimpin aksi peduli lingkungan berupa penanaman ratusan bibit pohon buah di sepanjang jalur hutan pada salah satu kawasan di lingkungan PLTU Paiton. Seiring dengan bertambahnya pohon buah nantinya diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang juga menjadi habitat satwa liar yang menghuni kawasan ini.

Dengan terpenuhinya kebutuhan makanan di kawasan hutan tersebut diharapkan satwa liar seperti jenis burung, kera dan mamalia tidak sampai turun mendekati kawasan pemukiman penduduk untuk mencari makan. (dra)