Thursday, September 23, 2021
Depan > Pemerintahan > Bupati Tantri Launching Baper Desa Ngepung

Bupati Tantri Launching Baper Desa Ngepung

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Permakulture berasal dari permanent agriculture dengan arti pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus menerus dan permanen. Permakultur sebuah manifestasi kegiatan berkebun dalam komunitas dalam hal pemanfaatan lahan umum yang memberikan efek ditingkat kohesi dalam masyarakat.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE melaunching Bromo Autentic Permaculture (Baper) yang merupakan salah satu program kegiatan Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) yang disupport penuh oleh CSR PT POMI Paiton, Kamis (8/4/2021) di Desa Ngepung Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Launching Bromo Autentic Permaculture (Baper) yang merupakan sebuah konsep wisata baru ini diawali dengan prosesi pengguntingan pita di pintu masuk area permakulture oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Ketua FKPS dr. Mirrah Samiyah dan Bambang Jiwantoro selaku Community & Human Resources Manager PT. POMI Paiton serta para pejabat OPD terkait Pemkab Probolinggo.

Di tengah-tengah acara tersebut, Bupati Tantri menandatangani prasasti sebagai simbol dilaunchingnya Bromo Autentic Permaculture (Baper) dan dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus penanaman pohon di area Baper.

Ketua FKPS dr. Mirrah Samiyah menyampaikan bahwasanya di Desa Ngepung ini merupakan lokasi yang keempat dilaksanakannya Program Permakulture di Indonesia. Program Permakulture dalam proses perjalannannya selama tiga tahun diawali dengan bincang-bincang santai hingga memiliki sebuah gagasan dengan tema kedaulatan pangan menuju kemakmuran berkelanjutan.

“Harapannya, manusia sebagai amanah dan perannya serta sebagai kholifah dimuka bumi ini. Intinya manusia bukan hanya mengambil sesuatu dari alam akan tetapi harus bertanggung jawab secara penuh serta bagaimana mengembalikan dengan baik kepada alam,” ungkapnya.

Sementara Bambang Jiwantoro menyatakan kegiatan ini sebuah momentum yang baik atas upaya gagasan bersama yang berkomitmen untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan satu konsep permakulture ini merupakan suatu cara dalam menjalani hidup yang bekerja dengan alam tanpa melawan alam, sehingga nantinya dapat mendapatkan pangan yang sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan Baper merupakan sebuah pilot project yang berkonsep wisata baru sebuah peluang yang baik. Bagi warga sekitar nantinya dapat mengelola dan melestarikan alam ini dengan baik, sebagaimana permaculture yang memiliki potensi ini dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Probolinggo.

“Saya berharap, wisata-wisata alam di Kabupaten Probolinggo dapat dimaksimalkan dengan baik yang salah satunya Bromo Autentic Permaculture (Baper) konsep wisata baru. Dengan permaculture ini timbul cita-cita yang harus dikembangkan. Tentunya seluruh OPD terus melakukan komunikasi dan kolaborasi untuk kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan kelestarian alam bisa diwujudkan melalui permaculture,” katanya. (y0n)