Thursday, September 23, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Managemen Bisnis Bagi Pelaku Usaha Mikro

Pemkab Berikan Pelatihan Managemen Bisnis Bagi Pelaku Usaha Mikro

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan managemen bisnis bagi pelaku usaha mikro di RM Rahayu di Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Kamis dan Jum’at (8-9/4/2021).

Pelatihan yang dihadiri narasumber Ketua Forum UKM Jawa Timur Nico Trisno Prahoro ini diikuti oleh UMKM dari 8 (delapan) kecamatan di wilayah barat Kabupaten Probolinggo. Meliputi, Kecamatan Tongas, Lumbang, Sukapura, Wonomerto, Sumberasih, Sumber, Kuripan dan Bantaran.

Kasi Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Supami mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelaku usaha tentang Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengembangkan usahanya, memberikan informasi-informasi terkait dengan informasi bisnis dan managemen kewirausahaan, menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor serta pemasaran.

“Selain itu membangun merk atau branding. Secara sederhana konsumen akan lebih memilih merk produk yang sudah mereka ketahui atau dipercayai sebelumnya. Membangun hubungan yang harmonis dengan konsumen, mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen. Salah satu ilmu pemasaran yaitu riset pemasaran yang berperan untuk mengetahui keinginan konsumen serta perilaku konsumen serta menjaga pertumbuhan usaha dalam jangka waktu panjang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto melalui Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Zulkarnain mengatakan branding merupakan pemberian nama, merk logo, slogan atau hal lainnya pada identitas produk yang dijual sehingga menjadi berbeda dengan produk lainnya. Karena dengan adanya brand maka konsumen akan dapat memilih produk mana yang akan mereka konsumsi.

“Branding merupakan suatu hal yang penting yang harus dibangun oleh UKM atau oleh sebuah bisnis di era globalisasi atau milenial pada saat ini. Hilangnya batasan membuat persaingan usaha semakin ketat lihat saja, perusahaan atau bisnis yang berasal dari luar negeri berdiri di Indonesia. Oleh karenanya, pelaku usaha harus memiliki dan membangun brand dari usaha bisnis yang dikelola,” katanya.

Menurut Zulkarnain, branding sendiri bukan hanya sekedar merk atau produk yang dikenal tetapi image perusahaan secara keseluruhan atau bagaimana masyarakat merasa bahwa perusahaan merupakan yang terbaik.

“Disamping branding tersebut, yang lebih penting lagi kita harus memikirkan bagaimana cara kita dalam memasarkan produk kita, apalagi pada masa pandemi ini. Kita harus pintar-pintarnya memilih dari sebagaimana kita memasarkan produk, secara online maupun secara offline,” jelasnya.

Lebih lanjut Zulkarnain menerangkan dalam strategi pemasaran produk UKM, seorang pelaku usaha harus mengetahui keinginan dari konsumen sehingga bisa menghadirkan produk yang diinginkan oleh para konsumen. “Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi produk dengan cara melakukan inovasi demi mendapatkan produk terbaik,” tegasnya.

Zulkarnain menambahkan, UKM akan sulit berkembang jika pelaku usaha tidak mengetahui bagaimana caranya memasarkan suatu produk. Strategi pemasaran bagi bisnis sangat penting karena bermanfaat untuk mengkomunikasikan tentang informasi produk yang kita hasilkan kepada konsumen, mulai dari kelebihannya, fitur serta berbagai informasi detail tentang produk.

“Selain itu, pemasaran juga bermanfaat untuk menghadapi persaingan bisnis. Misalnya saja strategi harga, strategi produk dan strategi promosi yang akan menjadi senjata ampuh demi memenangkan persaingan,” pungkasnya. (wan)