Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > Bupati Haris Tekankan Pelayanan Sepenuh Hati di RSUD Waluyo Jati

Bupati Haris Tekankan Pelayanan Sepenuh Hati di RSUD Waluyo Jati

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati meresmikan Sentra Kuliner Waluyo Jati Sejahtera, Poli Eksekutif dan Layanan Hemodialisis RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/8/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Komisi 4 DPRD Umil Sulistyoningsih, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakiem Noor, Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana serta sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo dan jajaran RSUD Waluyo Jati.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian Sentra Kuliner Waluyo Jati Sejahtera yang ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Bupati Haris kemudian meninjau sejumlah lapak pedagang yang telah ditata serta menyerahkan bantuan sembako kepada para pedagang.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyapa pedagang yang menempati sentra kuliner WJ Sejahtera RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Selanjutnya, Bupati Haris meresmikan Poli Eksekutif dan Layanan Hemodialisis. Ia juga meninjau sejumlah ruangan pelayanan serta berdialog dengan tenaga medis dan pasien memanfaatkan layanan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan kemajuan rumah sakit tidak cukup hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan kecanggihan peralatan medis. “Kualitas pelayanan serta kemampuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien harus menjadi prioritas. Rumah sakit memang harus terus maju, tetapi yang utama adalah pelayanan sepenuh hati,” katanya.

Menurut Bupati Haris, pelayanan kesehatan bukan hanya mengenai gedung yang bagus, ruangan yang nyaman maupun peralatan canggih. Lebih penting lagi adalah bagaimana rumah sakit mampu membangun kepercayaan masyarakat.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo dr. Yessi Rahmawati memberikan laporan peresmian layanan di RSUD Waluyo Jati. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

“Layanan kesehatan ini bukan hanya tentang bagaimana kita mendirikan bangunan yang bagus, wangi, alat-alat yang canggih dan sebagainya. Tetapi prinsipnya adalah bagaimana kita bisa memberikan rasa aman, rasa nyaman kepada masyarakat dan memberikan trust bahwa pelayanan ini betul-betul bisa dilakukan dengan baik,” lanjutnya.

Bupati Haris juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar memperhatikan pengalaman pasien selama mendapatkan pelayanan. Sebab, masyarakat akan mengingat bagaimana mereka diperlakukan ketika berada di rumah sakit. “Orang mungkin akan lupa dengan apa yang kita katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa dengan apa yang kita perlakukan kepada mereka,” tegasnya.

Terkait Poli Eksekutif, Bupati Haris meminta agar keberadaan layanan tersebut tidak menimbulkan kesan adanya pembatasan pelayanan berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat. Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Waluyo Jati harus tetap memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. “Jangan sampai kemudian ada mindset bahwa ini hanya melayani orang yang mampu dan punya duit. Kita ini rumah sakit daerah, rumah sakit umum, rumah sakit negara,” jelasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memberikan sambutan dalam peresmian layanan RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Bupati Haris mengapresiasi inovasi RSUD Waluyo Jati yang menghadirkan berbagai layanan dengan fasilitas yang lebih nyaman. “Harapannya, inovasi tersebut dapat membuat masyarakat Kabupaten Probolinggo tidak perlu mencari pelayanan kesehatan ke luar daerah,” harapnya.

Peresmian layanan hemodialisis juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Haris. Ia menegaskan keberhasilan pelayanan tidak semestinya hanya diukur dari jumlah pasien yang ditangani maupun pendapatan rumah sakit. Keberadaan layanan cuci darah harus menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit gagal ginjal.

“Fokus pelayanan rumah sakit itu bukan sebanyak apa pasien yang harus kita tangani sehingga menghasilkan income. Justru apa upaya kita agar kasus gagal ginjal ini bisa menurun dengan cepat di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyapa pasien yang memanfaatkan layanan Hemodialisis RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Sementara Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati mengatakan peresmian berbagai fasilitas tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Yessi, Sentra Kuliner Waluyo Jati Sejahtera dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien dan masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit. “Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan keluarga pasien, kebutuhan para beliau yang sedang sakit dan sedang diuji oleh Allah, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan tempat untuk memenuhi kebutuhannya,” ungkapnya.

Sementara Poli Eksekutif yang pembangunannya telah dimulai sejak 2017 mulai menjalani soft opening pada Januari 2026. Layanan tersebut dihadirkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan fasilitas premium tanpa harus pergi ke Surabaya maupun Malang.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama karyawan dan karyawati RSUD Waluyo Jati yang sudah purna tugas. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

“Kami ingin masyarakat Kabupaten Probolinggo memperoleh pelayanan kesehatan terbaik di daerahnya sendiri. Kami ingin mendukung Kabupaten Probolinggo semakin baik dalam pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh,” tegasnya.

Untuk layanan hemodialisis, Yessi menyampaikan fasilitas tersebut telah mendapatkan dukungan BPJS Kesehatan. Sejak memperoleh persetujuan layanan pada 5 Juni 2026, tingkat penggunaan layanan telah mencapai sekitar 110 persen.

“Saat ini layanan yang telah mencapai 110 persen, layanan baru dibuka dan sekarang sudah overload. Sehingga kami harus segera menambah layanan cuci darah di Rumah Sakit Waluyo Jati,” lanjutnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berada di area RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Yessi menegaskan peresmian fasilitas tersebut bukan akhir pembangunan RSUD Waluyo Jati, melainkan awal tanggung jawab untuk menjaga mutu dan keselamatan pasien. “Peresmian hari ini bukanlah akhir dari sebuah pembangunan. Hari ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga mutu, memastikan keselamatan pasien, memberikan pelayanan dengan hati dan menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan testimoni pasien yang pernah memanfaatkan layanan di Poli Eksekutif RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. Sekaligus pemberian cinderamata bagi karyawan dan karyawati RSUD Waluyo Jati yang sudah purna tugas. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info