Thursday, October 8, 2026
Depan > Pemerintahan > BPS Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Petugas Pemutakhiran Data Perkembangan Desa 2026, Tekankan Pentingnya Data Desa Akurat

BPS Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Petugas Pemutakhiran Data Perkembangan Desa 2026, Tekankan Pentingnya Data Desa Akurat

PROBOLINGGO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan petugas pemutakhiran data perkembangan desa 2026 (Potensi Desa/PODES 2026) di Bale Hinggil Probolinggo, Senin dan Selasa (13-14/4/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti ini diikuti oleh 42 orang peserta yang terbagi dalam dua kelas. Dimana masing-masing kelas berjumlah 21 orang.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengatakan pentingnya ketersediaan data desa yang akurat dan mutakhir sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Penyediaan data desa yang valid dan berkualitas menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti dalam pelatihan petugas pemutakhiran data perkembangan desa 2026. (Foto : BPS)

Menurut Lilik, data PODES memiliki peran strategis dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dari tingkat desa. Selain itu, data tersebut juga menjadi acuan dalam pengalokasian dana desa, salah satunya melalui pengukuran Indeks Kesulitan Geografis (IKG).

“Semakin tinggi tingkat kesulitan geografis suatu desa, maka semakin besar pula perhatian dan alokasi yang diberikan. Oleh karena itu, data yang akurat sangat menentukan keadilan pembangunan,” tegasnya.

Lebih lanjut Lilik menjelaskan pemutakhiran PODES 2026 dirancang lebih adaptif dengan menghadirkan variabel-variabel strategis yang mampu menjawab kebutuhan kebijakan nasional, mulai dari ketahanan pangan, transformasi digital desa hingga pelayanan dasar masyarakat.

“PODES 2026 menghadirkan variabel strategis yang memungkinkan pemerintah memantau program prioritas secara lebih terukur hingga level desa,” jelasnya.

Salah satu narasumber memberikan materi dalam pelatihan petugas pemutakhiran data perkembangan desa 2026. (Foto : BPS)

Lilik juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mengintegrasikan data statistik dan administratif guna menghindari duplikasi serta perbedaan konsep antar instansi.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam Sistem Statistik Nasional agar data yang dihasilkan lengkap, akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info