Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Kabupaten Probolinggo Kerahkan Personel TRC PB Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Lima Desa

BPBD Kabupaten Probolinggo Kerahkan Personel TRC PB Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Lima Desa

PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat merespons serangkaian bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Kecamatan Tegalsiwalan, Kotaanyar dan Pakuniran pada Sabtu (7/3/2026) sore.

​Hujan lebat disertai angin puting beliung yang terjadi sejak pukul 15.30 WIB mengakibatkan puluhan rumah warga rusak, sejumlah titik longsor hingga putusnya akses jembatan darurat akibat meluapnya Kali Kresek.

​Sesaat setelah kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD langsung diterjunkan ke titik-titik terdampak, terutama di Desa Bulujaran Lor dan Bulujaran Kidul Kecamatan Tegalsiwalan untuk melakukan pendataan kerusakan rumah (kaji cepat) serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa hunian warga di Desa Tambakukir Kecamatan Kotaanyar.

​Berdasarkan data BPBD, di Dusun Gunung Tempa RT 13 RW 05 Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan terdapat 15 rumah mengalami rusak ringan dan sedang, di Dusun Karang Tengah RT 05 RW 01 Desa Bulujaran Kidul Kecamatan Tegalsiwalan terdapat 14 rumah mengalami kerusakan ringan dan sedang serta di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar terdapat delapan Tembok Penahan Tanah (TPT) longsor dan lima rumah rusak akibat kayu roboh dan hujan angin.

Atap rumah warga jebol akibat tertimpa pohon roboh karena cuaca ekstrem. (Foto : BPBD)

Sementara di Desa Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar terdapat jebolnya Dam di Kali Kresek, di Desa Talkandang Kecamatan Kotaanyar terdapat jebolnya plengsengan darurat hulu kanan Dam Triwungan serta di Desa Blimbing Kecamatan Pakuniran putusnya jembatan darurat Kalibiru penghubung Desa Kalidandan dan Desa Blimbing.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan fokus utama tim di lapangan saat ini adalah pemulihan aksesibilitas dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

​”Sejak laporan masuk, personel TRC sudah kami sebar di lima desa terdampak untuk melakukan assessment. Fokus kami adalah memastikan keselamatan jiwa terlebih dahulu, kemudian melakukan penanganan darurat terhadap akses jalan yang tertutup longsor dan pohon tumbang,” ujarnya.

​BPBD juga menaruh perhatian serius pada kerusakan infrastruktur air dan konektivitas. Meluapnya Kali Kresek yang menyebabkan jebolnya Dam Lembung di Desa Sambirampak Lor dan putusnya jembatan darurat Kalibiru di Desa Blimbing menjadi prioritas koordinasi lintas sektoral.

​Oemar menjelaskan BPBD tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo serta pihak desa untuk langkah mitigasi lanjutan.

Pohon-pohon roboh akibat diterpa angin kencang. (Foto : BPBD)

​”Kami sangat menyayangkan putusnya jembatan darurat di Desa Blimbing dan jebolnya bendungan di hilir Kali Kresek. BPBD akan segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk perbaikan darurat agar mobilitas warga dan pengairan sawah tidak terganggu terlalu lama,” tambahnya.

Oemar mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan di wilayah hulu.

​”Cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi. Kami meminta warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Kresek dan daerah rawan longsor untuk selalu siaga, terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari dua jam. Segera laporkan setiap kejadian melalui kanal darurat BPBD agar kami bisa memberikan respons cepat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info