Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Kabupaten Probolinggo Intensif Pantau Karhutla Gunung Ringgit

BPBD Kabupaten Probolinggo Intensif Pantau Karhutla Gunung Ringgit

SUKAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan pemantauan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Ringgit Dusun III RT 20 RW 04 Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. Hingga Minggu (26/7/2026) petang, petugas masih menemukan satu titik api kecil yang terus diawasi untuk mencegah kebakaran meluas.

Pemantauan dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, Perhutani, TNI, Polri, Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, Pemerintah Kecamatan Sukapura, Pemerintah Desa Sapikerep serta masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan kebakaran mulai terpantau sejak Sabtu (25/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan awal, kebakaran diduga dipicu kondisi cuaca yang panas dan kering disertai angin kencang sehingga api dengan cepat merambat ke area vegetasi.

“Tim BPBD Kabupaten Probolinggo bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan titik api di Gunung Ringgit. Fokus kami saat ini adalah memastikan api tidak kembali meluas dan kondisi di lapangan tetap terkendali,” katanya.

Menurut Oemar, api telah membakar vegetasi berupa semak belukar, rumput ilalang, akasia, cemara dan kaliandra. Sementara itu, luas area terdampak masih dalam proses asesmen oleh Perhutani. Upaya pemadaman secara langsung belum dapat dilakukan karena lokasi kebakaran berada di medan yang sangat sulit dijangkau.

“Medan menuju lokasi berupa tebing yang curam dan terjal sehingga pemadaman manual belum memungkinkan dilakukan. Oleh karena itu kami mengedepankan pemantauan secara berkala sambil berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang paling aman,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Probolinggo juga terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan. Sinergi tersebut melibatkan BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga relawan kebencanaan.

TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah pihak terkait melakukan pemantauan Karhutla di Gunung Ringgit Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. (Foto : BPBD)

“Kami menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas, vegetasi yang mengering dan hembusan angin kencang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan maupun lahan,” terangnya.

Oemar meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar rumput atau membuang puntung rokok di kawasan hutan. Apabila menemukan asap atau titik api, warga diharapkan segera melapor kepada aparat atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kawasan hutan dari potensi kebakaran. Peran masyarakat sangat penting untuk memberikan informasi dini apabila melihat adanya titik api sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pemantauan di Gunung Ringgit akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana untuk meminimalkan dampak kebakaran hutan terhadap lingkungan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Ringgit selama musim kemarau 2026. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info