KRAKSAAN – Kepedulian terhadap warga lanjut usia (lansia) yang hidup dalam kondisi memprihatinkan ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. Keduanya turun langsung memberikan bantuan kepada Nikmat, warga Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan yang kini hidup terlantar dan ditampung di masjid.
Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut informasi dari masyarakat mengenai kondisi Nikmat yang diperkirakan berusia sekitar 75 tahun.
Kegiatan ini melibatkan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo M. Fadlal serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Probolinggo diantaranya Ketua Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah Moh. Barzan, Sekretaris Komisi Hukum dan Perundang-undangan Massajo dan Ketua Komisi Sosial Sugianto.
Informasi mengenai kondisi Nikmat disampaikan Ketua Takmir Masjid Syekh Maulana Ishaq Bumaidin. Saat ini Nikmat ditampung di masjid yang berada di Dusun Punden RT 02/RW 02 Desa Kregenan.
Dari informasi yang diterima, Nikmat telah sekitar dua bulan berada dalam kondisi terlantar. Ia memiliki dua anak, namun tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Salah satu persoalan yang disebut menjadi faktor kondisi tersebut adalah keterbatasan ekonomi.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut dan kemudian berupaya mengambil peran dalam membantu memenuhi kebutuhan Nikmat.
“Ini tidak lain dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat yang bersangkutan yang sudah usia lanjut. Kasihan, sehingga Baznas harus andil besar untuk membackup,” ujarnya.
Menurut Muzammil, kondisi Nikmat juga menjadi perhatian dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar. Sebagai warga lanjut usia, ia membutuhkan pendampingan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan makan, kesehatan dan perawatan fisik.
“Kalau masalah biaya untuk yang jaga nanti di-backup Baznas. Kemudian bekalnya juga begitu, siapa yang memberi makan, biar ada vitamin dan protein yang bagus supaya orangnya tetap fit karena sudah usia lanjut,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp1 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Nikmat sekaligus menjadi bentuk kepedulian sementara sembari melihat perkembangan penanganannya.
“Kami tidak ingin persoalan keluarga menjadi ranah yang ditangani sepihak. Namun, dari sisi kemanusiaan, Baznas siap membantu memastikan Nikmat tetap mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” terangnya.
Muzammil menyebut kondisi Nikmat termasuk dalam kategori penerima manfaat zakat. Karena itu, Baznas akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Kita tidak ikut-ikut bagaimana cara pemecahannya. Tetapi dari segi kemanusiaan, kita harus tampil untuk membackup eksistensi daripada Bapak ini,” tegasnya.
Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, perhatian juga diarahkan pada tempat tinggal Nikmat. Kondisi lansia yang berada di masjid menjadi perhatian karena ia membutuhkan tempat yang layak, aman dan terlindungi dari kondisi cuaca.
“Kami berharap para pemangku kepentingan, terutama aktivis sosial dan pihak terkait, dapat ikut mengambil peran dalam mencari solusi terbaik bagi Nikmat. Kalau ditinggal dalam keadaan terbuka seperti itu kasihan, kena angin dan sebagainya. Itu juga harus menjadi pemikiran para stakeholder yang ada, terutama aktivis sosial untuk ikut andil dalam hal ini,” ungkapnya.
Sementara sebelumnya telah dilakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo terkait kemungkinan penanganan Nikmat melalui panti. Namun, proses tersebut masih membutuhkan tindak lanjut dan koordinasi lebih lanjut.
“Baznas berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan solusi yang manusiawi. Tidak hanya memenuhi kebutuhan sementara, tetapi juga memastikan Bapak Nikmat memperoleh tempat tinggal dan pendampingan yang layak di usia lanjut,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian lembaga keagamaan dan sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Penanganan warga terlantar, khususnya lansia diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, lembaga sosial, masyarakat serta keluarga. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
