Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Kecamatan Tiris Gelar Rakor Pelaksaaan Kebersihan, Sanitasi dan Keindahan Lingkungan

Kecamatan Tiris Gelar Rakor Pelaksaaan Kebersihan, Sanitasi dan Keindahan Lingkungan

Reporter : Syamsul Akbar
TIRIS – Pemerintah Kecamatan Tiris menggelar rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan kebersiha, sanitasi dan keindahan lingkungan di Pendopo Kecamatan Tiris, Kamis (20/10/2022).

Sehubungan dengan menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Probolinggo terkait dengan penggunaan busana muslim-muslimah dan bersarung dalam memperingati Hari Santri Nasional 2022, seluruh peserta berpakaian ala santri pondok pesantren.

Kegiatan yang dilatarbelakangi oleh kondisi umum masyarakat yang masih abai akan ketersediaan sanitasi yang memenuhi syarat, adanya sebagian warga yang melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dan kebiasan warga membuang sampah ke sungai ini hasilnya diharapkan agar diteruskan kepada warga desa masing-masing.

Rakor pelaksanaan kebersiha, sanitasi dan keindahan lingkungan ini diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa dan Kepala Seksi Kesra Desa se-Kecamatan Tiris. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Eva Nikmatul Laily selaku Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Tiris.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tiris Yoyok Hadiyanto mengatakan bahwa perilaku hidup sehat harus dilakukan dari kelompok sosial terkecil dalam masyarakat dalam hal ini keluarga.

“Kita harus membudayakan hidup bersih dengan menjaga kebersihan rumah dan sekitarnya serta menjaga keindahan lingkungan. Apalagi wilayah Kecamatan Tiris ini diproyeksikan sebagai kawasan wisata unggulan. Kami berharap para peserta rakor ini menjadi teladan dan terus-menerus mengajak warga desa untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara Eva Nikmatul Laily, Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Tiris menyampaikan berbagai hal terkait arti pentingnya membudayakan perilaku hidup sehat dalam keluarga dan masyarakat.

“Kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan menyediakan sanitasi rumah tangga sesuai standard kesehatan, mengelola sampah dengan benar, ditambah dengan memperindah lingkungan mutlak diperlukan demi melahirkan generasi emas dan terbebas dari stunting,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilatarbelakangi oleh kondisi umum masyarakat yang masih abai akan ketersediaan sanitasi yang memenuhi syarat, adanya sebagian warga yang melakukan BABS (buang air besar sembarangan), dan kebiasan warga membuang sampah ke sungai ini, hasilnya diharapkan agar diteruskan kepada warga desa masing-masing.

Sedangkan Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Tiris Sami’uddin memberikan tanggapan atas pertanyaan dan keluhan peserta mengenai sarana dan prasarana yang sangat tidak memadai.
“PR bagi kami untuk terus mengarahkan pemerintah desa menyediakan tempat sampah di beberapa titik dan menyelenggarakan sosialisasi pengelolaan sampah atau barang bekas. Dorongan pengalokasian dana dalam APBDesa untuk keperluan sanitasi warga dan pengelolaan sampah ini akan terus kami lakukan,” ungkapnya. (wan)