Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Probolinggo tahun 2024 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (9/3/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko, pimpinan organisasi profesi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, akademisi, perguruan tinggi, disabilitas dan forum anak Kabupaten Probolinggo.
FKP Rancangan Awal RKPD tahun 2024 ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda, Bappeda Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Kegiatan ini terasa berbeda dari biasanya, pasalnya dalam FKP Rancangan Awal RKPD tahun 2024 ini Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo juga menghadirkan juru penerjemah bahasa isyarat bagi para penyandang disabilitas.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD yang dapat dijadikan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Serta Kepala Kejaksaaan Negeri Kabupaten Probolinggo David P Duarsa yang menyampaikan tentang peran kejaksaan dalam mendukung transformasi layanan publik di Kabupaten Probolinggo.
Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama hasil FKP Rancangan Awal RKPD Kabupaten Probolinggo tahun 2024 oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Kepala Bapelitbangda Santiyono serta unsur CSR, perguruan tinggi dan PDKAPRO (Persatuan Disabilitas Kabupaten Probolinggo).
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Santiyono menyampaikan rancangan awal RKPD Kabupaten Probolinggo tahun 2024 ini merupakan agenda perencanaan pembangunan tahun 2024. Hal ini perlu mendapatkan perhatian bagi semuanya mulai dari Kepala OPD, Camat dan lainnya karena dengan jadwal yang sudah ditentukan harus dilaksanakan tepat waktu dan tidak bisa ditunda-tunda.
“Tugas kami dalam waktu dekat menyelesaikan pembangunan tahun 2024. Kami berharap partisipasi semua lembaga masyarakat dan para organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Probolinggo. Semua usulan harus diinput ke SIPD. Karena pengalaman-pengalaman kemarin banyak proposal yang masuk tapi tidak diinput di SIPD, sehingga tidak masuk dan tidak diverifikasi,” ungkapnya.
Santiyono menjelaskan gambaran kinerja pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo tahun 2022 meliputi pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, kinerja penurunan stunting, kinerja penurunan kemiskinan, kinerja penurunan kemiskinan ekstrem, indeks gini dan tingkat pengangguran terbuka. “Tahun 2024, program prioritas pembangunan nasional adalah penurunan kemiskinan dan stunting,” terangnya.
Menurut Santiyono, data usulan pembangunan dalam SIPD diantaranya desa sebanyak 648 usulan dan lembaga 50 usulan. “Total usulan lingkup urusan infrastruktur sebanyak 420 usulan, pemberdayaan masyarakat sebanyak 186 usulan serta urusan perekonomian dan SDA sebanyak 92 usulan,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengatakan Forum Konsultasi Publik ini bertujuan untuk menyepakati permasalahan dan prioritas pembangunan daerah, menyepakati program, kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja serta lokasi. “Forum ini juga bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi,” katanya.
Menurut Wabup Timbul, tahun 2023 merupakan akhir masa dokumen perencanaan jangka menengah pemerintah daerah dan Rencana Strategis Perangkat Daerah dan tahun 2024 adalah periode perencanaan yang baru dengan menyusun dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2024-2026.
“Tahun ini memiliki makna yang sangat penting sebagai penjabaran tahun ke-5 atau tahun terakhir dari RPJMD Kabupaten Probolinggo periode 2018-2023. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dalam upaya bersama-sama membangun kabupaten kita tercinta ini, terkait kondisi saat ini dan perkiraan tahun 2024,” jelasnya.
Wabup Timbul menegaskan ada beberapa isu strategis dan permasalahan yang masih menjadi kendala dan tantangan di Kabupaten Probolinggo yang perlu dicermati untuk kemudian dijadikan dasar dalam penentuan program dan kegiatan prioritas mengacu pada isu strategis dan memperhatikan rancangan tema pembangunan nasional dan provinsi Jawa Timur tahun 2024 dengan menggunakan pendekatan holistik-tematik, integratif dan spasial.
“Tema pembangunan tahun 2024 yang diusung Pemerintah Kabupaten Probolinggo adalah “Menurunkan Kemiskinan dan Meningkatkan Kualitas SDM dalam Suasana Masyarakat yang Harmonis, Setara, Aman dan Tenteram“,” tegasnya.
Lebih lanjut Wabup Timbul menegaskan fokus pembangunan pada tahun 2024 diarahkan pada pembangunan infrastruktur terutama di daerah kawasan pariwisata wilayah timur, peningkatan cakupan layanan kesehatan untuk ibu hamil dan melahirkan, pembangunan SDM dan peningkatan akses pelayanan pendidikan dengan melibatkan pusat kegiatan belajar masyarakat dan sinergitas penyelenggara pemilu dengan tinjauan dari berbagai aspek, baik itu dari aspek ketertiban, kesehatan dan aspek lainnya.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama beriringan mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang berdaya saing dan mandiri. Oleh karena itu, saya minta semua pimpinan dan aparatur pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk berpikiran terbuka, memiliki visi yang integratif dan inovatif. Untuk itu dibutuhkan sinergitas, kolaborasi, diskusi serta proses-proses lainnya yang harus kita lalui, termasuk agenda pada hari ini yaitu Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD tahun 2024,” pungkasnya. (wan)
