Depan > Pemerintahan > Badan Keuangan Daerah Gelar Bimtek Sistem Informasi Persediaan Daerah

Badan Keuangan Daerah Gelar Bimtek Sistem Informasi Persediaan Daerah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) Sistem Informasi Persediaan Daerah (Siperda) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin hingga Kamis (15-18/11/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh 53 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan 35 OPD khusus dan BLUD (2 RSUD dan 33 puskesmas) di Kabupaten Probolinggo.

Untuk sesi pertama bagi operator persediaan barang pakai habis 53 OPD dilakukan pada Senin (15/11/2021) dan dilanjutkan etry belanja/distribusi barang pakai habis pada aplikasi Siperda keadaan sampai dengan 31 Oktober 2021 pada Rabu (17/11/2021).

Dan sesi kedua bagi bagi operator persediaan barang pakai habis 2 RSUD dan 33 puskesmas pada Selasa (16/11/2021) dan dilanjutkan etry belanja/distribusi barang pakai habis pada aplikasi Siperda keadaan sampai dengan 31 Oktober 2021 pada Kamis (18/11/2021).

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kepala Bidang Akuntansi Aries Purwanto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penatausahaan persediaan barang pakai habis tahun anggaran 2021 melalui aplikasi online Sistem Informasi Persediaan Daerah (Siperda).

“Sebagai bahan konsolidasi data laporan keuangan dalam menyusun Laporan Keuangan Daerah (LKD) tahun 2022 untuk APBD tahun anggaran 2021 sehingga dapat menghasilkan Laporan Keuangan Daerah yang efektif, efisien dan akuntabel,” katanya.

Menurut Aries, kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk memenuhi penyusunan keuangan daerah tahun 2021. Sebab persediaan ini masuk pada laporan neraca. Dimana dalam laporan keuangan daerah itu ada 7 (tujuh) laporan meliputi Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Laporan Arus Kas (LAK) dan Catatan Atas Laporan Keuangan

“Sebelumnya kita memakai aplikasi persediaan e-inventory. Tetapi dari pemeriksaan BPK, aplikasi ini masih digunakan secara manual dan belum terintegrasi dengan SIMDA keuangan. Oleh karena itulah aplikasi Siperda bisa digunakan secara otomatis dan terintegrasi dengan SIMDA keuangan. Karena Pemerintah Kabupaten Probolinggo terkait pengelolaan keuangan daerah menggunakan SIMDA keuangan,” jelasnya.

Aries menegaskan bahwa penerapan aplikasi Siperda ini baru digunakan di 7 (tujuh) kabupaten/kota di Jawa Timur. Intinya aplikasi Siperda ini terintegrasi dengan SIMDA keuangan. Tindak lanjutnya nanti pengujiannya pada saat audit rinci. Apakah aplikasi ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya.

“Dengan penggunaan aplikasi Siperda ini harapannya tidak ada temuan terkait akun persediaan barang pakai habis. Karena aplikasi ini sudah bisa terintegrasi dengan SIMDA keuangan, maka tidak ditemukan selisih dan ini menyesuaikan dengan regulasi Permendagri 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah serta Kemendagri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah,” pungkasnya. (wan)