SUKAPURA – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Probolinggo terus mendorong penguatan fungsi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi jamaah dan masyarakat di sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua PD DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan dalam kegiatan sosialisasi Masjid Madada (Masjid Berdaya dan Berdampak) yang digelar PD DMI Kabupaten Probolinggo di Masjid Jami’ Miftahul Jannah Desa Ngepung Kecamatan Sukapura, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari Kecamatan Sukapura dan Lumbang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai manajemen dan administrasi kemasjidan. Materi tersebut disampaikan oleh Ketua PC DMI Kecamatan Banyuanyar Ustadz Musholli Jannah. Materi tersebut membahas bagaimana pengurus masjid dapat menata manajemen dan administrasi secara baik sehingga pengelolaan masjid berjalan lebih terarah.
Selain itu, materi secara khusus mengenai konsep Masjid Madada yang disampaikan oleh Ketua PD DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan. Dalam penyampaiannya, ia mengajak peserta untuk melihat kembali kualitas pelaksanaan sholat yang selama ini dilakukan.
Barzan menerangkan, konsep Masjid Madada diarahkan untuk menciptakan masjid yang memiliki potensi dan kekuatan dalam menggerakkan jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.

“Masjid Madada atau Masjid Berdaya dan Berdampak adalah bagaimana kita menciptakan dan mendesain suatu masjid yang berdaya. Masjid yang punya potensi, masjid yang punya kekuatan untuk mengajak jamaahnya sholat, berdzikir, membaca Al-Qur’an dan menyembah Allah SWT dengan khusyuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masjid yang berdaya juga ditandai dengan pengelolaan dan perawatan yang dilakukan secara baik. Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya terlihat dari aktifitas ibadah, tetapi juga dari tata kelola serta kesungguhan dalam memakmurkannya. “Masjidnya terurus, terawat dengan sebaik-baiknya. Itu namanya masjid yang berdaya,” jelasnya.
Sementara unsur berdampak terang Barzan, berarti keberadaan masjid mampu menghadirkan nilai positif bagi jamaah maupun masyarakat yang tinggal di sekitar masjid. “Berdampak artinya masjid itu mempunyai nilai positif bagi jamaahnya dan bagi masyarakatnya. Dampak positif tentunya itu dirasakan oleh masyarakat, khususnya jamaah dan masyarakat yang ada di sekitar masjid tersebut,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sholat, termasuk mengoreksi berbagai kesalahan yang semestinya tidak dilakukan ketika melaksanakan ibadah tersebut.
“Kita juga sampaikan tentang menelaah sholat yang telah kita laksanakan. Sholat kita kepada Allah SWT, sehingga kita koreksi kesalahan-kesalahan yang tidak semestinya dilakukan ketika kita melaksanakan sholat,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Barzan berharap para pengurus dan jamaah semakin memahami pentingnya membangun masjid yang dikelola secara baik, memiliki kekuatan dalam menggerakkan jamaah serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Konsep Masjid Madada tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya DMI dalam mendorong masjid agar semakin berdaya dalam menjalankan fungsi keagamaan sekaligus memberikan dampak positif di tengah masyarakat,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
