LECES – Limbah kotoran kambing yang selama ini belum dimanfaatkan optimal mulai diolah menjadi pupuk organik padat oleh Kelompok Tani (Poktan) Surya Makmur IV Desa Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan pupuk organik padat, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memanfaatkan potensi bahan organik lokal sekaligus mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Pelatihan didampingi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati, POPT Pangan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Cicik Nur Ayumi serta tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Leces.
Dalam praktiknya, petani menyiapkan sekitar satu ton kotoran kambing. Bahan tersebut kemudian dicampur dengan dua liter dekomposer EM4 dan dua liter molase, lalu ditambahkan air hingga kondisi bahan menjadi lembap.

Campuran selanjutnya ditutup menggunakan terpal untuk menjalani proses fermentasi. Selama proses tersebut, bahan perlu diaduk secara berkala agar fermentasi berlangsung optimal.
“Agar proses fermentasi berjalan maksimal, bahan kompos perlu diaduk setiap dua hari sekali kemudian ditutup kembali. Proses tersebut berlangsung sekitar 14 hingga 20 hari dengan tetap memperhatikan kondisi bahan. Kompos dinyatakan matang apabila sudah tidak panas, berwarna gelap, bahan telah hancur serta tidak menimbulkan bau,” terang Petugas POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati.
Setelah matang, pupuk organik padat dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan lahan pertanian. POPT Pangan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Cicik Nur Ayumi menjelaskan penggunaannya relatif sederhana, baik dicampurkan sebagai media tanam maupun diberikan sekitar satu genggam pada setiap lubang tanam sebagai pupuk dasar atau pupuk tambahan.
Koordinator PPL BPP Leces Tri Leksono Hendro Gunawan mengatakan pemanfaatan limbah ternak tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir petani dalam penggunaan pupuk. “Limbah kotoran ternak kambing yang melimpah ini bisa menjadi sumber potensi lokal yang bisa disulap menjadi pupuk organik padat kaya nutrisi,” ujarnya.

Sementara PPL wilayah kerja Desa Leces Ahmadi berharap Poktan Surya Makmur IV dapat menjadi pilot project gerakan pertanian organik berkelanjutan di wilayah tersebut. “Kebiasaan penggunaan pupuk kimia di kalangan petani masih cukup tinggi. Karena itu, pemanfaatan limbah ternak dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.
Ketua Poktan Surya Makmur IV Miswin menyambut baik pelatihan tersebut. Desa Leces memiliki potensi bahan organik yang cukup besar karena banyak petani juga memelihara kambing.
“Poktan Surya Makmur IV memiliki potensi bahan organik yang melimpah. Dengan pelatihan ini, petani diharapkan mampu memproduksi pupuk organik padat sendiri dan mengembangkan pertanian yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.
Miswin menerangkan selama ini kotoran kambing belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada petani bahwa limbah ternak dapat diolah menjadi bahan yang bermanfaat untuk lahan pertanian.

“Di sini rata-rata petani punya ternak kambing. Selama ini limbah kotoran kambing belum dimanfaatkan secara optimal. Setelah pelatihan ini, kami semakin yakin bisa memproduksi pupuk sendiri dengan biaya murah dan hasil yang lebih baik,” terangnya.
Kepala Desa Leces Zaenal Arifin turut hadir dalam kegiatan pembuatan pupuk organik padat tersebut. Ia berharap teknologi pengomposan secara mandiri dengan memanfaatkan limbah ternak dapat mendukung pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan kotoran kambing menjadi pupuk organik memberi nilai tambah terhadap bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah. Di sisi lain, penggunaan bahan organik lokal dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas tanah dan mendukung keberlanjutan produktivitas pertanian di Desa Leces,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
