Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > MKKS SMP Kabupaten Probolinggo Dorong Evaluasi Sekolah dan Gerakan Literasi

MKKS SMP Kabupaten Probolinggo Dorong Evaluasi Sekolah dan Gerakan Literasi

MARON – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan rutin di SMP Negeri 3 Maron, Rabu (9/9/2026). Pertemuan tersebut diikuti 74 Kepala SMP Negeri se-Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati serta tiga pengawas SMP Kabupaten Probolinggo meliputi Edy Santoso, Miswagiyanto dan Sugeng.

Pertemuan menjadi ruang koordinasi sekaligus penguatan tata kelola satuan pendidikan. Sejumlah hal menjadi perhatian, mulai dari disiplin kerja, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), kalender pendidikan, sekolah lima hari hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono berharap para kepala sekolah menindaklanjuti sejumlah hal yang berkaitan dengan disiplin kerja, termasuk absensi ASN yang prosesnya berkaitan dengan BKPSDM.

“Saya meminta kepala sekolah bersabar dalam proses perpanjangan waktu bagi pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah serta persoalan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) karena seluruhnya membutuhkan proses,” katanya.

Hary turut mengingatkan sekolah agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi musim yang kurang bersahabat. “Kondisi lingkungan sekolah harus tetap terawat dan proses pembelajaran diharapkan berjalan secara kondusif,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mendorong seluruh satuan pendidikan jenjang SMP untuk terus melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan. “Evaluasi ini penting sebagai dasar perbaikan pelayanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Like meminta setiap sekolah melakukan kajian dan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan pada masa mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati dalam pertemuan rutin MKKS SMP Negeri se-Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

“Kajian atau evaluasi SPMB yang sudah berjalan tetap perlu dibuat sebagai bahan untuk ke depannya agar sekolah menjadi lebih baik lagi dalam menata sistem penerimaan murid barunya,” jelasnya.

Terkait penerapan lima hari sekolah, Like menyampaikan agar sekolah yang telah mengajukan dan menjalankan sistem tersebut tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa dengan tetap memperhatikan ketentuan jam kerja ASN dan jam belajar peserta didik.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah untuk aktif melakukan pemantauan proses pembelajaran di kelas. Supervisi administrasi maupun akademik perlu dilakukan secara rutin sebagai bentuk pendampingan terhadap guru.

“Kepala sekolah senantiasa harus memonitoring pelaksanaan pembelajaran ke dalam kelas, baik supervisi administrasinya maupun perangkat ajar yang sudah disiapkan. Pendampingan kepada guru setiap semester harus dilakukan secara rutin karena itu merupakan tugas dan kewajiban kepala sekolah,” terangnya.

Selain supervisi, sekolah juga diminta tidak sekadar menerima kalender pendidikan yang telah diterbitkan, tetapi melakukan analisis dan menyesuaikannya dengan aktivitas pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Like juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari bullying maupun kekerasan. Kepala sekolah diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik sehingga satuan pendidikan mendapat kepercayaan masyarakat.

Di bidang literasi, Disdikdaya mendorong program Jejak Lentera (Jelajah Karya untuk Meningkatkan Literasi) melalui kegiatan menulis cerita, terutama cerita pendek. Program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 1.000 karya siswa dari 74 SMP Negeri di Kabupaten Probolinggo.

“Jejak Lentera ini merupakan jelajah karya untuk meningkatkan literasi dengan cara menulis cerita. Harapannya bisa direspons positif oleh semua satuan pendidikan sehingga seribu karya nantinya bisa terwujud untuk Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bersama Kepala SMP Negeri se-Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

Sedangkan Pengawas SMP Kabupaten Probolinggo Sugeng menambahkan supervisi merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Kepala sekolah perlu melakukan supervisi administrasi dan akademik secara berkelanjutan.

“Supervisi itu perlu dilakukan oleh semua kepala sekolah kepada guru-gurunya yang ada di satuan pendidikan. Supervisi bisa dilakukan dengan berbagai hal, di antaranya supervisi administrasi dan supervisi akademis yang berkaitan dengan pembelajaran di dalam kelas,” ujarnya.

Melalui forum MKKS, para kepala sekolah diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, inovasi dan praktik baik untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info