Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Bupati Haris Ingatkan Santri, Ilmu Harus Disertai Khidmat

Bupati Haris Ingatkan Santri, Ilmu Harus Disertai Khidmat

KRAKSAAN – Menjadi santri bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang berhasil dipelajari. Ada satu hal yang tidak kalah penting, bagaimana ilmu tersebut dijalani dengan penuh pengabdian dan penghormatan kepada guru.

Pesan itulah yang disampaikan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat menghadiri Haul ke-27 Almarhum KH Abdullah Mughni di halaman Pondok Pesantren Zainul Anwar Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Jum’at (28/8/2026) malam.

Di hadapan para santri, kiai, tokoh agama serta masyarakat yang hadir, Bupati Haris mengajak generasi muda pesantren untuk tidak hanya berlomba menjadi pintar, tetapi juga mengejar keberkahan ilmu melalui khidmat kepada guru dan pesantren.

Haul berlangsung khidmat dan menjadi momentum bagi keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Anwar bersama masyarakat untuk mengenang perjuangan serta keteladanan KH Abdullah Mughni. Pesantren tersebut diketahui telah berdiri sekitar 65 tahun dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan keagamaan masyarakat di wilayah Kecamatan Kraksaan.

Bupati Haris mengaku bersyukur dapat kembali berkumpul bersama para alim ulama, kiai, santri dan masyarakat dalam suasana penuh keberkahan. Terlebih, kegiatan haul tersebut berlangsung bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat menghadiri Haul ke-27 Almarhum KH Abdullah Mughni di halaman Pondok Pesantren Zainul Anwar Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. (Foto : Prokopim)

“Atas kudroh dan irodat-Nya, kita semua bisa hadir dalam keadaan sehat. Mudah-mudahan malam ini menjadi malam yang penuh barokah, barokah para alim ulama dan barokah sohibul haul, guru kita Almarhum KH Abdullah Mughni,” ujarnya.

Namun, ada satu pesan yang secara khusus ditujukan Bupati Haris kepada para santri. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan pencarian ilmu dengan pengabdian. Ilmu dapat dikejar dengan belajar bersungguh-sungguh. Tetapi keberkahan ilmu membutuhkan sikap dan perilaku yang mencerminkan penghormatan kepada guru.

“Kalau ingin pintar, kejar ilmu itu sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Tetapi kalau ingin barokah, itu dengan hikmah. Hikmah itu adalah pengabdian,” tegasnya.

Bupati Haris kemudian memberikan contoh sederhana tentang bentuk khidmat seorang santri kepada guru. Pengabdian tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar atau rumit. Bahkan tindakan sederhana seperti membalikkan sandal guru dapat menjadi bentuk penghormatan yang mencerminkan akhlak seorang santri. “Cari barokahnya guru. Meskipun sekadar membalikkan sandal guru saja, itu sudah khidmat,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi pesantren tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk adab dan karakter. “Hubungan antara santri dan guru harus dibangun dengan rasa hormat, ketulusan dan pengabdian,” tegasnya.

Masyarakat bersama santri mengikuti kegiatan Haul ke-27 Almarhum KH Abdullah Mughni di halaman Pondok Pesantren Zainul Anwar Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. (Foto : Prokopim)

Bupati Haris juga mengajak para santri untuk terus memberikan khidmat kepada pesantren. Termasuk mereka yang mendapatkan kepercayaan menjadi pengurus pesantren agar menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Yang penting khidmat kepada pesantren, khidmat kepada guru-guru. Semoga yang dipercaya menjadi pengurus diberikan kesuksesan dunia dan akhirat,” pesannya.

Momentum Haul KH Abdullah Mughni sekaligus bulan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dimanfaatkan Bupati Haris untuk mengajak jamaah mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah. “Peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Ada satu kebiasaan yang secara khusus ditekankan Bupati Haris, yakni mendoakan guru dan orang lain. Ia mengingatkan agar santri tidak hanya datang kepada guru ketika membutuhkan doa dan keberkahan.

“Kadang kita selalu minta doa dan barokah kepada guru-guru kita, tetapi kita lupa untuk mendoakan guru-guru kita. Malam hari ini kita full mendoakan guru-guru kita, bukan hanya kepada sohibul haul, tetapi juga guru-guru kita yang hadir pada malam hari ini,” ungkapnya.

Menurut Bupati Haris, mendoakan orang lain justru menjadi salah satu cara untuk mengetuk pintu terkabulnya hajat. Ia menggambarkan doa untuk orang lain seperti sebuah cermin, karena kebaikan yang diberikan kepada sesama pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat tiba di kegiatan Haul ke-27 Almarhum KH Abdullah Mughni di halaman Pondok Pesantren Zainul Anwar Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. (Foto : Prokopim)

“Cara terbaik kita untuk kabul hajat itu adalah dengan mendoakan orang lain, karena itu ibarat cermin. Jadi belajar kita mendoakan. Jangan cuma minta barokahnya guru, tetapi belajarlah mendoakan guru-guru kita,” tuturnya.

Bupati Haris menitipkan harapan agar Pondok Pesantren Zainul Anwar terus berkembang dan menjadi sumber ilmu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga Pondok Pesantren Zainul Anwar terus berkembang, memberikan ilmu yang barokah dan manfaat bagi para santri serta masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info