MARON – Tradisi religius yang dipadukan dengan kepedulian sosial kembali mewarnai kegiatan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Probolinggo. Pada momentum Jum’at Legi, MIN 2 Probolinggo menggelar kegiatan “Jum’at Legi MIN 2 Bersholawat dan Santunan Anak Yatim” sebagai upaya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat karakter religius dan semangat berbagi di lingkungan madrasah, Jum’at (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, tenaga kependidikan dan keluarga besar MIN 2 Probolinggo. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan shalawat Nabi yang dipandu Tim Hadrah MINDAPRO, dilanjutkan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan dan kemudahan bagi seluruh civitas madrasah.
Lantunan shalawat yang menggema menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta tampak larut dalam doa dan pujian kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk ikhtiar memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya memperkuat dimensi ibadah, kegiatan Jum’at Legi tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial. Dalam kesempatan itu, MIN 2 Probolinggo menyalurkan santunan kepada 19 anak yatim sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian dari keluarga besar madrasah.
Santunan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik agar terbiasa berbagi, memiliki empati terhadap sesama serta mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan kegiatan Jum’at Legi bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui shalawat, doa, silaturahmi dan kepedulian sosial dalam satu rangkaian kegiatan yang bermakna.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari program religi madrasah 3 Shod, yaitu shalat, shalawat dan sabar. Melalui program ini kami ingin membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, mencintai Rasulullah SAW serta peduli terhadap sesama,” katanya.
Menurut Sumiati, pembiasaan kegiatan religius yang dipadukan dengan aksi sosial diyakini mampu membangun karakter peserta didik secara utuh. Anak-anak tidak hanya diajak memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dididik untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami berharap semangat bershalawat semakin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sedangkan semangat berbagi mampu melahirkan generasi MIN 2 Probolinggo yang religius, peduli, berakhlak mulia dan senang menebarkan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Sumiati menambahkan, kegiatan yang mengusung tagline ‘MIN 2 Bersholawat: Bershalawat Menumbuhkan Cinta, Berbagi Menebarkan Bahagia, Bersama Menggapai Berkah’ ini diharapkan terus menjadi budaya positif di lingkungan madrasah.
“Semoga setiap lantunan shalawat, setiap doa yang dipanjatkan dan setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah serta mendatangkan keberkahan bagi seluruh keluarga besar MIN 2 Probolinggo. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
