MARON – Peluang bisnis frozen food terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan makanan praktis. Melihat potensi tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memperkuat kapasitas pelaku usaha industri kecil melalui pelatihan pengolahan produk beku berbahan dasar daging unggas agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing di pasar.
Pelatihan yang berlangsung di Graha Kedaton Maron, Rabu (5/8/2026) ini diikuti 50 pelaku usaha industri kecil dari Kecamatan Krejengan dan Gending. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Ari Hermawati, pemilik NC Cookies Desa Klenang Kidul Kecamatan Banyuanyar.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempraktikkan pembuatan berbagai produk olahan berbahan dasar daging ayam, di antaranya rolade dan pentol. Selain mempelajari teknik pengolahan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai standar kualitas produk, kebersihan proses produksi hingga peluang pemasaran produk frozen food yang saat ini terus mengalami peningkatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto yang ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam meningkatkan kompetensi usaha.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Pembinaan kepada pelaku usaha tidak berhenti pada peningkatan keterampilan produksi semata, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan legalitas usaha hingga fasilitasi akses pembiayaan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan membuat produk makanan. Pelaku UMKM yang belum memiliki perizinan akan kami dampingi hingga seluruh izinnya lengkap. Setelah itu, apabila membutuhkan tambahan modal usaha, kami juga siap memfasilitasi akses permodalan. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi UMKM,” ujarnya.
Sugeng menilai produk frozen food memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan makanan praktis, tahan lama, namun tetap memiliki kualitas yang baik.
“Pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi makanan yang enak, tetapi juga memahami pentingnya pengemasan, perizinan, pemasaran digital dan pengelolaan usaha agar produk mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. “Kami ingin pelatihan ini benar-benar memberikan manfaat. Ikuti dengan santai, tetapi ilmunya harus dipahami dan dipraktikkan. Saya yakin peserta di sini memiliki potensi menjadi pelaku usaha sukses yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” terangnya.
Tidak berhenti setelah pelatihan selesai, DKUPP Kabupaten Probolinggo juga berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan kepada para peserta. “Pendampingan tersebut dilakukan melalui forum komunikasi yang melibatkan perbankan, instansi terkait serta berbagai mitra usaha guna membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM,” tegasnya.
Menurut Sugeng, kolaborasi menjadi kunci agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri ketika menghadapi tantangan, baik dalam aspek permodalan, pemasaran maupun pengembangan produk.

“DKUPP akan terus melakukan pendampingan pasca pelatihan melalui forum komunikasi yang melibatkan perbankan, instansi terkait dan berbagai mitra usaha. Langkah ini dilakukan agar setiap kendala yang dihadapi pelaku UMKM dapat dicarikan solusi bersama,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu menghasilkan produk frozen food berkualitas, memiliki legalitas lengkap serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui lahirnya industri pangan lokal yang inovatif, kompetitif dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
