Thursday, October 8, 2026
Depan > Informasi Layak Anak > Bupati Haris Ajak Anak Kabupaten Probolinggo Berani Bermimpi, Tolak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Haris Ajak Anak Kabupaten Probolinggo Berani Bermimpi, Tolak Bullying dan Pernikahan Dini

GENDING – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan generasi yang berkarakter, berintegritas dan terlindungi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak anak-anak untuk berani bermimpi, menjauhi pernikahan dini serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan (bullying).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Haris saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Forum Anak Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2029 di The Bentar Beach Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo ini juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM., perwakilan Forkopimda, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Pengadilan Negeri Kraksaan, CSR Bank Jatim Cabang Kraksaan, PT PLN Nusantara Power UP Paiton serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama pengurus Forum Anak Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Beragam kegiatan mewarnai peringatan HAN mulai dari pembacaan doa, penampilan puisi oleh anak inklusi, penyampaian Suara Anak Kabupaten Probolinggo, diskusi interaktif bersama Bupati Probolinggo dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo hingga outbound edukatif bertema anti-bullying yang mengajarkan pentingnya saling menghargai, bekerja sama dan menghormati perbedaan.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Aat Kardono mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan daerah melalui Forum Anak Kabupaten Probolinggo.

“Forum Anak merupakan wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi serta menjadi pelopor dan pelapor dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo sebagai Kabupaten Layak Anak,” katanya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memberikan motivasi dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak seluruh anak agar tidak pernah takut memiliki mimpi dan cita-cita yang tinggi. Setiap pemimpin besar lahir dari mimpi besar yang terus diperjuangkan dengan kerja keras dan doa.

“Jangan pernah takut punya mimpi dan cita-cita, anak-anakku. Pemimpin yang hebat berawal dari mimpi yang hebat. Teruslah belajar, berusaha dan yakin bahwa kalian mampu meraihnya,” ujarnya.

Bupati Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dan integritas sejak dini. Kecerdasan saja tidak cukup tanpa dibarengi karakter yang baik. “Anak-anak Kabupaten Probolinggo bukan hanya harus pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak dan integritas. Itulah bekal utama untuk menjadi pemimpin yang amanah di masa depan,” tegasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menyerahkan piagam penghargaan kepada CSR PT PLN Nusantara Power UP Paiton. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Selain itu, Bupati Haris menekankan pentingnya mencegah pernikahan usia dini agar anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. “Saya berharap tidak ada lagi pernikahan dini. Raihlah cita-cita setinggi mungkin, selesaikan pendidikan dan persiapkan masa depan kalian sebaik-baiknya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk perundungan terhadap anak. Tidak boleh ada anak yang kehilangan semangat hanya karena memiliki keterbatasan fisik maupun perbedaan lainnya.

“Jangan ada bullying. Ini tanggung jawab kita bersama. Jangan pernah mematahkan semangat anak-anak. Kalau ada yang memiliki kekurangan fisik, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Tadi kita melihat sendiri anak-anak luar biasa yang membacakan puisi.Bahkan saya pernah mendapatkan ceramah dari salah satu anak berkebutuhan khusus. Itu membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dihargai. Semangat kita adalah menjaga kesetaraan bagi semua anak,” jelasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. bersama pengurus Forum Anak Kabupaten Probolinggo. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo mengajak anak-anak agar berani melapor apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak. Kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa pelecehan seksual, kekerasan verbal maupun perundungan yang harus segera dihentikan.

“Jangan pernah takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya pelecehan seksual, kekerasan verbal maupun bentuk kekerasan lainnya. Sampaikan kepada orang tua, guru ataupun aparat penegak hukum. Negara hadir untuk melindungi anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional dan pengukuhan Forum Anak Kabupaten Probolinggo periode 2026–2029 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan ramah anak, sehingga seluruh anak di Kabupaten Probolinggo dapat tumbuh, berkembang dan meraih cita-citanya tanpa rasa takut maupun diskriminasi.

Penulis : Haryo Rusdianto Susilo
Editor : Tim Bromo Info