GADING – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan program Ngantor di Kecamatan akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sebagai upaya mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui pelayanan yang langsung menyentuh lapangan.
“Program Ngantor di Kecamatan ini akan menjadi agenda rutin. Dalam satu tahun ini Ngantor di Kecamatan ini adalah satu program favorit yang memang tidak ada anggaran yang spesifik. Baru jika ini hasilnya cukup bagus maka akan dibuat lebih sempurna,” katanya usai berkeliling dalam rangkaian program Ngantor di Kecamatan Gading, Senin (26/6/2026).
Kegiatan Ngantor di Kecamatan Gading tersebut diawali dengan dialog bersama 19 Kepala Desa (Kades) untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masing-masing wilayah.

Bupati Haris menegaskan berbagai isu mengemuka dalam dialog bersama kepala desa. Diantaranya kerusakan jalan desa, kebutuhan air bersih, sengketa tanah hingga persoalan pertanian dan program-program prioritas pemerintah.
“Seharian ini kami mengumpulkan seluruh kepala desa. Mereka menyampaikan berbagai persoalan yang cukup mendesak di wilayahnya, mulai dari jalan, air, sengketa tanah hingga kebutuhan lainnya. Semua aspirasi kami tampung karena desa memang membutuhkan dukungan yang besar,” katanya.
Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan selama seluruh pihak memiliki komitmen untuk bekerja bersama. Karena itu, dirinya terus memberikan semangat kepada para kepala desa agar tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Kami ingin menguatkan teman-teman kepala desa agar tetap semangat, tetap istiqomah memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Bupati Haris, pola kerja seperti ini akan terus diterapkan agar seluruh Perangkat Daerah tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi benar-benar memahami kondisi masyarakat secara langsung.
“Ke depan sudah tidak ada lagi kinerja yang hanya di belakang meja. Semua harus turun ke lapangan, melihat sendiri kondisi masyarakat agar memiliki empati dan mengetahui kebutuhan yang paling mendesak,” jelasnya.

Bupati Haris juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan, termasuk DPRD, perusahaan melalui program CSR serta masyarakat. Ia mencontohkan kontribusi PT PLN Nusantara Power UP Paiton yang ikut membantu pengembangan infrastruktur, kawasan wisata dan potensi ekonomi masyarakat.
“Konsep membangun Kabupaten Probolinggo adalah kebersamaan. Pemerintah, DPRD, CSR dan masyarakat harus bergotong royong, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak seperti pembangunan infrastruktur jalan karena memiliki multiplier effect bagi sektor lainnya,” lanjutnya.
Bupati Haris memastikan pembangunan jalan akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah. “Pembangunan masih berlangsung pada tahun ini dan akan diperluas pada tahun depan sehingga berbagai persoalan infrastruktur dapat diselesaikan secara bertahap,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris juga mengapresiasi perkembangan destinasi wisata Rabunan yang dinilainya memiliki daya tarik alam yang sangat kuat. Panorama sungai yang jernih, hamparan persawahan bertingkat, bebatuan alami hingga suasana pedesaan menjadi keunggulan yang tidak mudah ditemukan di tempat lain. Namun demikian, ia menilai promosi melalui penyelenggaraan berbagai event menjadi kunci agar jumlah wisatawan terus meningkat.
“Potensi Rabunan sangat besar. Yang perlu diperkuat sekarang adalah event. Kalau setiap tahun ada kegiatan atau festival, masyarakat akan semakin mengenal wisata ini dan tertarik untuk datang,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
