SURABAYA – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas komitmennya dalam mendorong kebijakan konservasi laut berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang yang digelar JTV Surabaya di Studio JTV Surabaya, Rabu (20/5/2026).
Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur JTV Rina Prabawati sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Usai menerima penghargaan, Bupati Haris menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan sektor kemaritiman di Kabupaten Probolinggo.
“Ini penghargaan untuk Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan seluruh stakeholder. Kabupaten Probolinggo memiliki kawasan pesisir yang sangat variatif, mulai dari pulau hingga bentangan pantai yang panjang dengan potensi luar biasa,” ujarnya.

Menurut Bupati Haris, tantangan terbesar yang saat ini dihadapi adalah kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang merusak di masa lalu, seperti penggunaan bom ikan dan aktivitas ilegal lainnya.
“Kerusakan ekosistem bawah laut di beberapa titik bahkan sudah mencapai hampir 80 persen. Karena itu, konservasi harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Probolinggo terus menggencarkan program transplantasi terumbu karang dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari aparat keamanan, unsur kemaritiman hingga perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Kami mengajak Polri, armada kemaritiman, stakeholder terkait hingga teman-teman CSR untuk bersama-sama melakukan transplantasi terumbu karang. Ini penting karena ekosistem bawah laut harus dijaga,” tegasnya.

Bupati Haris menekankan bahwa menjaga laut bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi sebagai tanggung jawab terhadap generasi mendatang.
“Mindset yang harus ditanamkan adalah bahwa laut ini bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan anak cucu kita. Karena titipan, maka harus kita kembalikan dalam kondisi yang jauh lebih baik,” jelasnya.
Ia mengakui pemulihan ekosistem laut membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Namun langkah konservasi harus mulai dilakukan sekarang agar manfaatnya dapat dirasakan di masa depan.
Selain fokus pada konservasi laut, Pemkab Probolinggo juga terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan kampung nelayan dan hilirisasi produk perikanan.

“Bagaimana masyarakat nelayan tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil laut, tetapi ekosistem di bawah laut juga tetap terjaga. Ini yang terus kami upayakan,” terangnya.
Menurut Bupati Haris, sejumlah program kampung nelayan dari pemerintah pusat telah dilakukan survei dan diharapkan segera terealisasi. “Program tersebut nantinya akan mengintegrasikan sektor perikanan dari hulu hingga hilir sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” tambahnya.
Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat pesisir juga terus dilakukan agar kesadaran menjaga lingkungan laut semakin meningkat.
Ajang East Java Maritime Awards 2026 menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh dan daerah yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan sektor maritim, konservasi laut serta pemberdayaan masyarakat pesisir di Jawa Timur.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin dan Plh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
