Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Merdeka dari Genangan Air Hujan

HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Merdeka dari Genangan Air Hujan

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Merdeka dari genangan air hujan. Itulah pesan tersirat dari lomba mancing lele kelas kampung pada peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lingkungan RW 06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Sabtu (19/8/2023) malam.

Lomba mancing yang tidak biasa itu sukses menyedot animo warga. Pasalnya lokasi yang dimanfaatkan pada ajang tersebut bukan berupa kolam, tetapi merupakan saluran got warga (drainase) selebar 30 sentimeter yang terletak di sisi timur jalan Patimura.

Jalan penghubung Kelurahan Semampir – Desa Asembagus tersebut selalu menjadi langganan genangan air cukup parah ketika musim penghujan. Penyebabnya ditengarai karena drainase tak mampu menampung air hujan dikarenakan dipenuhi dengan endapan dan sampah.

Lurah Semampir Khozaymi Hadi saat membuka lomba mancing sangat mengapresiasi panitia yang berhasil menyulap drainase yang awalnya penuh endapan lumpur dan sampah menjadi drainase bersih dan terawat.

Menurutnya, lomba bertajuk adu skill mancing lele ini memiliki dampak sosial yang positif bagi warga. Yakni agar kedepannya warga masyarakat lebih peka dan inisiatif terhadap kondisi lingkungannya.

Pihaknya optimis dampak luapan air hujan yang acapkali dikeluhkan warganya itu akan jauh berkurang, jika drainase ini selalu terjaga kebersihannya dan normal secara fungsinya.

“Saya lihat animo warga cukup tinggi, karena itu saya berharap warga disini dapat menangkap pesan moral ini. Kalau perlu lomba mancing ini jangan hanya diadakan satu tahun sekali, tetapi satu bulan sekali,” ungkap Shemy, sapaan akrab Lurah Semampir yang baru menjabat belum lama ini.

Sepanjang gelaran lomba, suasana berlangsung sangat seru. Dengan posisi berhadapan dan saling berhimpitan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para mancing mania, terutama bagi para pemancing dadakan.

Bagi yang sudah berpengalaman dalam hal memancing ikan lele yang terkenal rakus itu, lomba ini menjadi ajang adu skill memancing. Ada yang merapal japa mantra, bahkan ada yang harus ditemani istrinya di sepanjang sesi perlombaan.

“Akhirnya saya bisa bernostalgia mas, dulu waktu muda mancing adalah hobby utama saya. Terbukti japa mantra warisan turun temurun tetap ampuh sampai sekarang,” tandas H. Sugeng Romadhoni (60), salah satu peserta dengan perolehan pancingan terbanyak. (dra)