Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DP3AP2KB Lakukan Optimalisasi Pembentukan Kampung KB

DP3AP2KB Lakukan Optimalisasi Pembentukan Kampung KB

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo mencatat hingga saat ini jumlah Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kabupaten Probolinggo sudah terbentuk di 57 desa di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga Awi. Menurutnya, hingga akhir tahun 2022 mendatang ditargetkan Kampung KB ini akan bertambah sebanyak 89 desa. Dengan demikian, total Kampung KB terbentuk di 146 desa di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

“Target kami, Kampung KB ini bisa terbentuk di 330 desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo pada tahun 2024 mendatang. Rinciannya, tahun 2023 bertambah 91 desa dan tahun 2024 bertambah 93 desa,” katanya.

Demi mewujudkan target tersebut, DP3AP2KB melakukan optimalisasi pembentukan Kampung KB di setiap kecamatan secara bertahap. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa, ketua TP PKK desa, kader posyandu dan pendamping desa di masing-masing kecamatan.

“Arah dan kebijakan pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas ini dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas,” jelasnya.

Awi menerangkang Kampung KB ini awalnya dibentuk pada tahun 2016. Dimana dibuat percontohan satu desa di setiap kecamatan yang diambil dari desa terjelek dari segala hal. Waktu itu Kampung KB adalah Kampung Keluarga Berencana. Kemudian pada tahun 2020 berubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

“Melalui Inpres tersebut Bapak Presiden yakin dengan Kampung Keluarga Berkualitas akan mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sehingga jika SDM meningkat, maka taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” terangnya.

Menurut Awi, Kampung Keluarga Berkualitas dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menekankan pada penguatan institusi keluarga dan masyarakat melalui intervensi program dan kegiatan dengan pendekatan siklus kehidupan manusia.

“Sasaran dari Kampung KB ini diantaranya penyediaan data dan dokumen kependudukan, peningkatan perubahan perilaku, peningkatan cakupan, layanan dan rujukan pada keluarga serta penataan lingkungan hidup keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Awi menegaskan program Kampung KB meliputi penyediaan data dan perluasan cakupan administrasi kependudukan, penguatan advokasi dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan komunikasi perubahan perilaku masyarakat serta peningkatan akses dan pelayanan kesehatan termasuk Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bersumber daya masyarakat.

“Selanjutnya, pendampingan dan pelayanan pada keluarga dengan risiko kejadian stunting, peningkatan cakupan dan akses pendidikan, peningkatan cakupan layanan jaminan dan perlindungan sosial pada keluarga dan masyarakat miskin serta rentan, pemberdayaan ekonomi keluarga serta penataan lingkungan keluarga, peningkatan akses air minum serta sanitasi dasar,” ujarnya.

Lebih lanjut Awi menerangkan Kampung KB ini melibatkan sekitar 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Optimalisasi Kampung KB ini dilakukan dalam rangka pembentukan Kampung KB berupa peningkatan jumlah Kampung KB dan kegiatannya, sehingga Kampung KB bisa menjadi wadah kegiatan pembangunan di desa. Sebab bisa masuk dalam wadah Kampung KB tersebut.

“Kesulitannya, masih ada kepala desa yang masih belum paham terkait keberadaan Kampung KB. Sebab desa yang sukses Kampung KB karena kepala desanya benar-benar paham. Oleh karena itu, pembentukan Kampung KB ini harus dibuatkan SK Kepala Desa. Sehingga begitu ada pergantian kepala desa, keberadaan Kampung KB bisa terus berjalan,” tambahnya.

Jika sudah ada SK kepala desa tambah Awi, maka nantinya bisa dibuatkan sebuah program di Kampung KB. Oleh karena itu, orang-orang yang ada di Kampung KB harus dipilih yang benar-benar berkualitas dan bisa fokus.

“Kalau bisa jangan diambilkan dari perangkat desa, agar konsentrasinya tidak terpecah dan bisa fokus menangani Kampung KB. Harapannya, target pembentukan Kampung KB di Kabupaten Probolinggo pada akhirnya tahun 2022 ini bisa tercapai,” pungkasnya. (wan)