Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Dinkes Tingkatkan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam KAP di Desa Lokus Stunting

Dinkes Tingkatkan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam KAP di Desa Lokus Stunting

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam Komunikasi Antar Pribadi (KAP) di desa lokus stunting dalam promosi dan pemberdayaan masyarakat.

Sasaran kegiatan ini 520 kader kesehatan di 21 puskesmas pada 26 desa lokus stunting di Kabupaten Probolinggo. Setiap desa diikuti oleh 20 orang kader kesehatan. Sebagai narasumber adalah fasilitator/pengajar KAP kecamatan.

Senin (25/7/2022), kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sokaan Kecamatan Krejengan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Krejengan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengungkapkan stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

“Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Biasanya stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan data stunting di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2019 menurun menjadi 16,37 % atau 13.206 dari 80.665 balita yang ditimbang, dengan menyisakan 5.569 balita yang tidak ditimbang. Sedangkan untuk tahun 2020 data ini kembali menurun menjadi 16,24 % atau 12.833 dari sebanyak 79.497 balita yang ditimbang.

“Salah satu upaya intervensi sensitif yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo adalah meningkatkan ketrampilan pendamping KAP bagi kader kesehatan tentang penanggulangan stunting melalui pembekalan pendamping KAP bagi kader kesehatan dengan harapan penanganan kasus stunting di Kabupaten Probolinggo lebih optimal,” terangnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengatakan permasalahan stunting merupakan salah satu permasalahan yang harus ditangani bersama-sama.

“Sebagaimana kita ketahui Kabupaten Probolinggo untuk tahun 2021 menurut data SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) sebesar 23,30% lebih rendah dari Provinsi Jawa Timur sebesar 23,50%. Sedangkan target Nasional pada tahun 2024 sebesar 14%,” katanya.

Menurut Nunung, stunting disebabkan faktor multidimensi maka penanganannyapun perlu
dilakukan secara lintas program dan multisektoral. Tahun 2022 ini di Kabupaten Probolinggo ada 54 desa lokus stunting.

“Salah satu bentuk upaya yang dilakukan Kabupaten Probolinggo dalam percepatan penurunan stunting adalah peningkatan Kapasitas KAP bagi kader kesehatan di desa lokus stunting. Dengan harapan kader kesehatan terampil dan mampu melakukan pendekatan perubahan perilaku masyarakat melalui Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dengan baik,” jelasnya.

Nunung mengharapkan semoga upaya ini mendapatkan ridhlo Allah SWT dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Saya mengucapkan selamat dan semoga kegiatan KAP bagi kader kesehatan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (wan)