Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Probolinggo resmi terbentuk dan ditetapkan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo akhir Maret 2022 lalu.
Dalam pembentukan dan penetapan yang dihadiri oleh Ketua Umum Pengprov PBFI Jawa Timur Raja Siahaan dan Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko tersebut, Bambang Heriwahjudi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengkab PBFI Probolinggo masa bakti 2022-2026.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Probolinggo Chalid Abubakar menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya Pengkab PBFI Probolinggo dan menjadi bagian dari KONI Kabupaten Probolinggo. “Semoga dengan terbentuknya cabang olahraga binaraga dan fitnes ini bisa semakin menambah prestasi olahraga di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.
Sementara Ketua Umum Pengkab PBFI Probolinggo Bambang Heriwahjudi langsung membuat target dapat membidik dua medali emas pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada bulan Juni hingga Juli 2022 mendatang.
“Dalam Porprov 2022 nanti, kami akan mengirimkan lima atlit terbaik PBFI. Dari lima atlit tersebut, kami optimis bisa meraih dua medali emas dari Fani di kelas 65 kg dan Rizki di kelas 80 kg plus. Sisanya targetnya yang penting sudah bisa ikut berkompetisi . Syukur-syukur bisa meraih medali perak maupun perunggu,” katanya.
Yudi, panggilan akrab dari Bambang Heriwahjudi menjelaskan untuk persiapan ke Porprov 2022 nanti menyesuaikan dengan alokasi yang ditentukan oleh KONI Kabupaten Probolinggo. “Untuk alokasi ini kita tidak berharap banyak. Apapun yang diberikan KONI akan kita terima. Jika ada kekurangan nanti ada donator yang siap. Untuk pemusatan latihan kita fokuskan di Kantor KONI Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Selain Porprov 2022 terang Yudi, program terdekat kepengurusan Pengkab PBFI Probolinggo adalah melakukan kaderisasi dengan melatih calon-calon atlit baru. Apabila ada pelatihan-pelatihan untuk pelatih maupun atlit PBFI akan ikut dalam program dari Pengprov PBFI Jawa Timur.
“Yang lain kita ingin mensosialisasikan tentang olahraga kebugaran. Karena bukan olahraga yang favofit dan jauh dari olahraga yang lain. Disamping itu peminatnya juga sangat jauh. Untuk sosialisasi ini kita akan mengundang narasumber kebugaran, sehingga tidak hanya dari sisi atlit saja tetapi juga sisi kesehatannya,” terangnya.
Yudi mengungkapkan sasaran dari sosialisasi tersebut tidak hanya atlit saja tetapi juga masyarakat umum. Pihaknya ingin memberikan pemahaman yang salah tentang binaraga. Karena olahraga binaraga harus membentuk tubuh seperti atlit. Tetapi ikut latihan fitnes itu untuk kebugaran.
“Dalam binaraga dan fitnes itu semua otot dilatih. Sebab otot ini menyerap 60 persen kalori yang ada. Misalkan kita konsumsi karbohidrat dan glukosa 60 persen akan terserap jika kita bergerak sehingga meminimalisir timbunan lemak. Targetnya masyarakat selain atlit untuk bisa memahami dulu olahraga kebugaran,” ungkapnya.
Yudi menegaskan bahwa olahraga kebugaran itu tidak harus dilakukan di tempat fitnes. Di rumahpun juga bisa melakukan olahraga kebugaran sendiri mulai dari push up, sit up, squat jump hingga angkat barbell.
“Yang paling simple itu adalah push up, sit up dan squat jump yang tidak memerlukan pendampingan maupun pemandu. Cukup dilakukan sesuai dengan kemampuan dan tidak boleh dipaksakan,” tegasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan Pengkab PBFI Probolinggo ini Yudi mengharapkan agar ke depan atlit binaraga semakin banyak bermunculan dan mampu meraih prestasi. “Sebelum PBFI ini terbentuk, atlit binaraga ada yang mewakili Kabupaten Probolinggo dalam Kejurda Jatim dan mampu meraih medali emas dan medali perak di kelas yang sama. Semoga ke depan semakin banyak medali yang diraih oleh atlit binaraga Kabupaten Probolinggo,” tambahnya. (wan)
