Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Hingga Selasa (11/1/2022), terdapat tambahan 2 kasus orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Sehingga total kasus secara kumulatif sebanyak 7.227 kasus dengan keterangan 4 kasus aktif yang masih dirawat dan menjalani isolasi, 6.727 kasus sembuh dan 496 kasus meninggal dunia.
“Penambahan kasus harian ini disumbangkan oleh Kecamatan Gending dan Lumbang masing-masing sebanyak 1 kasus. Dengan demikian total kasus secara kumulatif yang ada di wilayah Kecamatan Gending mencapai 423 kasus dan Kecamatan Lumbang mencapai 76 kasus,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.
Menurut Dewi, tambahan 2 kasus ini merupakan kontak erat yang merupakan kiriman pasien dari RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo. Jadi sebelumnya, pasien tersebut menjalani perawatan di RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo dan pulang sebelum 10 hari.
“Kalau di Kabupaten Probolinggo itu harusnya menjalani isolasi selama 10 hari. Ini masih belum genap 10 hari diserahkan ke Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu dia harus menjalani perawatan dan isolasi tinggal mengurangi dari waktu perawatan di RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo. Jadi hanya melengkapi isolasi selama 10 hari saja. Sepertinya kurang 3 hari saja,” jelasnya.
Terkait hubungannya dengan varian Omicron, Dewi menerangkan pihaknya tidak bisa bilang ada varian Omicron atau tidak. Sebab harusnya setiap pasien yang positif terkonfirmasi Covid-19 itu harus dilakukan
“Kita tidak bisa bilang tidak ada omicron karena harusnya setiap pasien yang positif terkonfirmasi Covid itu harus dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS). Salah satu syarat untuk dilakukan WGS itu hasil CT Valuenya kurang dari 25. Alhamdulikaah saat ini Kabupaten Probolinggo meskipun ada yang positif, hasil CT Valuenya tidak ada yang kurang dari 25 sehingga kita tidak melakukan WGS,” terangnya.
Dewi menegaskan penambahan 4 (empat) zona kuning ini saat ini masih belum mempengaruhi PPKM Level 1 Kabupaten Probolinggo. Tetapi kalau dari perhitungan bisa mempengaruhi. Sebab penambahan kasus itu mejadi indikator dari asessmen yang dilakukan KCPN.
“Kasus itu online tersistem sampai pusat dan itu ada di dashboard masing-masing wilayah. Kalau untuk indikator PPKM mengikuti dari Kemendagri. Tetapi antara Kemendagri dan Kemenkes itu saling ngelink. Jadi mempengaruhi juga kalau banyak kasus. Tetapi indikatornya banyak, tidak hanya positivity rate,” tegasnya.
Dari sisi kesembuhannya, hari ini tidak ada tambahan kasus kesembuhan sehingga total secara kumulatif untuk angka kesembuhan di Kabupaten Probolinggo mencapai 6.727 kasus dari total 7.227 kasus.
“Sementara untuk kasus kematian per hari ini tidak ada penambahan kasus. Dengan demikian total jumlah kasus kematian secara kumulatif di Kabupaten Probolinggo mencapai 496 kasus. Jumlah kasus kematian tertinggi di Kabupaten Probolinggo berada di Kecamatan Kraksaan mencapai 68 kasus,” ungkapnya.
Jumlah perkembangan konfirmasi aktif di Kabupaten Probolinggo berada di Kecamatan Bantaran, Kraksaan, Gending dan Lumbang masing-masing sebanyak 1 kasus. Kasus pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi tersebar di 4 kecamatan, sehingga 20 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang masuk zona hijau atau resiko rendah dan sudah tidak ada kasus Covid-19.
“Sedangkan untuk jumlah kasus suspect (ODP dan PDP masih dirawat) di Kabupaten Probolinggo hingga hari ini sudah mencapai 1 kasus dan kasus discarded (sembuh dari kasus suspect) sebanyak 931 kasus,” pungkasnya. (wan)
