Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > 200 Tokoh Perempuan Kabupaten Probolinggo Bahas Peran Perempuan dalam Penanggulangan Krisis Iklim

200 Tokoh Perempuan Kabupaten Probolinggo Bahas Peran Perempuan dalam Penanggulangan Krisis Iklim

KRAKSAAN – Sekitar 200 tokoh perempuan dari berbagai unsur mengikuti Sarasehan Tokoh Perempuan Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Penanggulangan Krisis Iklim”.

Kegiatan dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto serta sejumlah camat perempuan, di antaranya Camat Maron Nurhafiva, Camat Gending Winda Permata Erianti dan Camat Dringu Indah Rohani.

Sarasehan tersebut menjadi forum untuk membahas keterlibatan perempuan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, termasuk penanganan sampah dan perubahan perilaku dalam menjaga kelestarian alam.

Ketua GOW Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dalam kegiatan Sarasehan Tokoh Perempuan Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Ketua GOW Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan mengajak tokoh perempuan untuk memperkuat peran dalam menjaga lingkungan. “Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.

Ning Hani, juga mengingatkan bahwa persoalan lingkungan berkaitan dengan perilaku manusia. Hal tersebut sejalan dengan QS. Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan tentang kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia. “Karena itu, menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran dan perubahan perilaku kita,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Rekomendasi Bersama GOW untuk Penanganan Sampah serta penandatanganan komitmen internal organisasi. Rekomendasi tersebut menjadi bentuk komitmen organisasi perempuan untuk turut mengambil bagian dalam upaya penanganan sampah dan menjaga lingkungan.

Sejumlah narasumber dan panelis hadir dalam kegiatan Sarasehan Tokoh Perempuan Probolinggo. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Sesi utama sarasehan menghadirkan A’ak Abdullah Al-Kudus (Gus A’ak) dan Zaimatus Syadiah sebagai narasumber. Gus A’ak membahas mengenai alam, siklus fenomena alam dan cara masyarakat menyikapi berbagai fenomena tersebut sebagai bagian dari keseimbangan alam.

Sementara Zaimatus Syadiah menyampaikan materi mengenai perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan dan dampaknya terhadap ekosistem. Sampah yang masuk ke lingkungan dapat mengganggu rantai ekosistem dan pada akhirnya berdampak terhadap manusia.

Sarasehan juga menghadirkan tiga panelis, yakni Pendeta GKWJ Kraksaan Josephine Cristiana Sutrisno, S.Si (Teol), Biarawati Gereja Katolik Sr. Yosephine HK serta Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo Astika Widya Antenggeraeni, M.Pd.Gr.

Ketua GOW Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dalam penandatanganan rekomendasi bersama GOW untuk penanganan sampah serta penandatanganan komitmen internal organisasi. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Selain agenda sarasehan, kegiatan juga dirangkai dengan pengumuman pemenang lomba konten kreatif bertema pencegahan pernikahan dini. Pada kategori Video Paling Edukatif, juara pertama diraih Prihati Hakiki, juara kedua Mujiburrohman dan juara ketiga TP PKK Kabupaten Probolinggo. Untuk kategori Video Paling Menghibur & Viral, juara pertama diraih Junainatul Mufida, juara kedua Umi Adibah Munawaroh dan juara ketiga Pondok Pesantren Kanzus Sholawat.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta yang menyampaikan pesan edukasi pencegahan pernikahan dini melalui konten kreatif.

Salah seorang pemenang Mujiburrohman menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan memberikan wawasan mengenai pentingnya kesiapan pranikah, khususnya karena perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga.

Ketua GOW Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dan Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto bersama pemenang lomba konten kreatif bertema pencegahan pernikahan dini. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

“Materinya sangat bagus dan membuka wawasan. Kesiapan sebelum menikah itu penting karena membutuhkan bekal yang cukup. Perempuan juga memiliki peran besar dalam menggerakkan dan membangun keluarga,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, GOW Kabupaten Probolinggo mendorong penguatan peran organisasi perempuan dalam edukasi masyarakat, penanganan sampah dan upaya menjaga lingkungan.

Penulis : Haryo Rusdianto Susilo
Editor : Tim Bromo Info