Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Wabup Timbul Terima Audiensi Komisioner Baznas

Wabup Timbul Terima Audiensi Komisioner Baznas

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko menerima audiensi Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo di Guest House Kraksaan, Senin (27/2/2023) siang.

Turut mendampingi Wabup Timbul, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Edy Suryanto serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Syarifuddin.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengucapkan terima kasih kepada Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo yang selama ini memang banyak membantu dalam hal penanganan kemiskinan, bencana sosial dan bencana alam.

“Dalam kondisi tersebut, Baznas bisa membantu menyalurkan zakat dan shodaqohnya kepada masyarakat. Saya mendorong untuk program-program dari Baznas ke depan untuk direalisasikan program-programnya. Insya Allah Pemerintah Daerah akan membackup sepenuhnya gerakan-gerakan dari Baznas,” katanya.

Melalui kegiatan ini Wabup Timbul mengharapkan ke depan tentunya banyak program-program yang langsung menyentuh kaum dhuafa, fakir miskin. “Semua ini untuk terus membangun sinergitas dengan Pemerintah Daerah dalam rangka untuk penanganan kemiskinan, bencana alam dan bencana sosial,” harapnya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan sebelum dan selama bulan suci Ramadhan. Salah satunya program pendidikan dan pelatihan kerja sama antara Baznas RI dengan Baznas Kabupaten Probolinggo berupa pemberdayaan ekonomi ummat.

“Kita sudah melakukan pendataan sebanyak 30 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Harapan kami Bapak Wabup bisa berkenan untuk membuka pendidikan dan pelatihan tersebut,” ujarnya.

Menurut Muzammil, program berupa ZChicken ini merupakan salah satu program pemberdayaan Baznas melalui dana zakat, infak dan shodaqoh demi mengangkat perekonomian para mustahik agar dapat hidup lebih sejahtera. ZChicken mengusung pemberdayaan di bidang kuliner dengan konsep usaha waralaba fried chicken yang berkelanjutan dengan pangsa pasar yang luas.

“Program ZChicken ini nilainya sangat besar sekali. Selain diklat, nantinya mereka juga akan diberikan bantuan gerobak beserta sarana prasarananya. Nantinya akan ada koordinatornya untuk mempermudah koordinasinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Muzammil juga menyampaikan program Ramadhan berupa pembagian paket sembako kepada para kaum dhuafa fakir miskin di 330 desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo.

“Sebelum Ramadhan kami akan melakukan pentasyarufan kepada kaum dhuafa. Awalnya hanya 7 orang per desa, kini menjadi 10 orang per desa. Total kami menyiapkan sebanyak 3.500 paket sembako. Kami sudah membuat jadwal mulai 13 hingga 21 Maret 2023,” terangnya.

Muzammil menjelaskan pula terkait dengan program Ramadhan berupa perolehan ZIS neraca dan non neraca. Untuk yang non neraca ini Baznas Kabupaten Probolinggo ditarget sebesar Rp 20 miliar. Dalam pendataan ini pihaknya meminta fasilitasi kepada Wabup Probolinggo melalui Camat agar para kepala desa se-Kabupaten Probolinggo pada waktu Ramadhan mendata orang-orang yang melaksanakan zakat fitrah. Pihaknya hanya memerlukan datanya saja.

“Untuk yang neraca, saya tegaskan untuk masalah perubahan Instruksi Bupati Probolinggo. Kami menghendaki para ASN yang sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan zakatnya dibayar melalui Baznas,” tegasnya.

Lebih lanjut Muzammil menambahkan ada pula program gerakan sadar zakat, fliyer serta penyerahan zakat fitrah ASN. Intinya dalam bulan Ramadhan ini pihaknya membuat momentum supaya orang yang wajib zakat menunaikan zakatnya, termasuk zakat fitrah ASN.

“Harapannya tidak lain bagaimana supaya apa yang menjadi program dari Baznas itu tercapai sehingga bagaimana supaya para ASN sadar bahwa kewajiban membayar zakatnya dialokasikan ke Baznas Kabupaten Probolinggo. Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah kalau tidak melalui amil. Jadi mulai dulu sampai membentuk amil-amil di pasar dan lain sebagainya supaya professional dalam penyalurannya,” pungkasnya. (wan)