Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Pusat Studi Bahasa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty bekerja sama dengan Tadris Bahasa Inggris Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong menggelar web seminar (webinar) Test of English as a Foreign Language (TOEFL) Institusional Testing Program (ITP), Minggu (27/2/2022).
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa STIKes Hafshawaty dan Universitas Zainul Hasan tentang TOEFL ITP. Sehingga mereka bisa melewati passing grade yang ditetapkan oleh kampus sebagai prasyarat lulus kuliah. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB via zoom meeting ini dipandu oleh Kepala Pusat Studi Bahasa STIKes Hafshawaty Eva Sulistiana.
Webinar ini menghadirkan dua pemateri yakni Kepala Prodi Tadris Bahasa Inggris Universitas Zainul Hasan Beny Hamdani dan Mr. Electro Tobib Muhajir seorang TOEFL trainer dari Pare.
Kepala Prodi Tadris Bahasa Inggris Universitas Zainul Hasan Beny Hamdani memaparkan tentang pentingnya mengambil TOEFL ITP serta menjelaskan strategi dalam menjawab TOEFL untuk listening dan structure.
Sedangkan Mr. Electro dalam materinya fokus pada latihan menjawab soal reading. “Untuk mendapatkan score TOEFL 500, minimal kita harus menjawab 33 soal reading dengan benar,” ujarnya.
Webinar yang awalnya dikhususkan untuk mahasiswa STIKes dan Unzah ini ternyata menarik perhatian dari beberapa kampus lain. Sehingga beberapa akademisi dari kampus luar turut hadir dalam webinar. Beberapa kampus tersebut adalah Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Harapan Bangsa Purwokerto dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Selain itu ada juga akademisi dari Universitas Khairun Ternate, Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Riau, Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Universitas Negeri Padang.
Dalam kesempatan tersebut, Widiana yang merupakan salah satu peserta webinar dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menanyakan tentang kiat-kiat latihan listening.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Prodi Tadris Bahasa Inggris Universitas Zainul Hasan Beny Hamdani mengungkapkan latihan listening yang efektif adalah dengan mendengarkan Native Speaker melalui English TV Channel.
Ketua STIKes Hafshawaty H. Nur Hamim mengungkapkan pentingnya kegiatan webinar TOEFL ITP. “Melihat antusiasme peserta dari luar, ke depan bisa diagendakan kegiatan serupa. Bukan untuk mahasiswa saja, tetapi juga untuk guru dan dosen agar membantu peningkatan karir dosen dan membantu mereka dalam membaca International Journal,” terangnya.
Sementara Rektor Universitas Unzah Abdul Aziz Wahab sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, TOEFL ITP merupakan bukti bahwa Bahasa Inggris di dua perguruan tinggi penyelenggara sudah sesuai standar. “Di era globalisasi sekarang ini, TOEFL ITP merupakan salah satu faktor pendukung untuk students exchange ataupun bekerja di luar negeri,” katanya. (wan)
