Thursday, October 8, 2026
Depan > Pemerintahan > Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Probolinggo Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Probolinggo Libatkan Ribuan Petugas

Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Probolinggo Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Probolinggo Libatkan Ribuan Petugas

GADING – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Probolinggo Melalui Sensus Ekonomi 2026 di Kampoeng Kita Hotel & Resto Desa Condong Kecamatan Gading, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta secara langsung dan peserta lainnya mengikuti secara daring melalui zoom meeting dari titik koordinasi masing-masing.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, perwakilan Forkopimda, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan itu dilakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Probolinggo yang ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus. Kegiatan juga dirangkai dengan pembukaan bimbingan teknis (bimtek) petugas pencacah lapangan yang diikuti 380 peserta dari total 1.308 petugas yang akan bertugas dan dibagi dalam beberapa gelombang pelatihan.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang sangat penting karena hanya dilaksanakan satu kali dalam sepuluh tahun.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti melakukan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Foto : BPS)

“Sensus Ekonomi 2026 adalah hajat besar bangsa yang terjadi hanya sepuluh tahun sekali. Oleh sebab itu, kami ingin memanfaatkan momentum emas ini untuk menghadirkan Sensus Ekonomi 2026 yang sukses, bermanfaat dan berdampak bagi negara yang kita cintai,” ungkapnya.

Menurut Lilik, berbeda dengan survei yang menggunakan metode sampling, Sensus Ekonomi akan mendata seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Indonesia sehingga menghasilkan gambaran yang utuh mengenai kondisi perekonomian nasional hingga daerah.

“Karena ini adalah sensus, bukan survei, maka seluruh aktivitas ekonomi akan terdata. Ini benar-benar hajat besar bangsa. Oleh karena itu BPS tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, OPD, Camat hingga seluruh elemen masyarakat agar sensus ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lilik mengungkapkan pelaksanaan SE2026 menghadirkan sejumlah inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data. Selain menggunakan kuesioner berbasis kertas, BPS juga menyediakan kuesioner digital melalui smartphone petugas serta kuesioner berbasis web yang dapat diisi secara daring oleh responden.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi (dua dari kiri) dan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti (tengah) bersama perwakilan Forkopimda. (Foto : BPS)

“Kalau dulu hanya menggunakan kuesioner paper-based, sekarang kami memiliki tiga moda pendataan, yakni kuesioner online berbasis web, kuesioner digital yang terinstal di smartphone petugas sensus dan tetap menyediakan kuesioner berbentuk kertas,” terangnya.

Selain itu, BPS juga menerapkan teknologi geotagging untuk mengidentifikasi lokasi usaha maupun rumah tangga yang didata secara lebih akurat. “Kami memanfaatkan teknologi geotagging sehingga semua yang dicacah, baik rumah tangga maupun pelaku usaha, dapat teridentifikasi lokasinya secara tepat. Dengan demikian, hasil sensus nantinya dapat dipetakan berdasarkan wilayah dan memberikan gambaran struktur ekonomi yang lebih akurat,” lanjutnya.

Untuk menjaga kualitas data lapangan, BPS juga menggunakan teknologi live tracking yang memungkinkan pengawasan pergerakan petugas secara real time. “Teknologi live tracking ini mirip seperti layanan transportasi online. Kami dapat memastikan petugas benar-benar mengunjungi lokasi yang harus didata. Ini menjadi salah satu instrumen pengendalian kualitas dan kuantitas pekerjaan lapangan,” tegasnya.

Lilik menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan gotong royong seluruh pihak. “Kami meyakini kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama antar lembaga, tetapi merupakan gotong royong nasional dalam membangun sistem statistik yang semakin adaptif. Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak bisa diraih BPS sendiri, melainkan harus didukung oleh semua pihak,” tambahnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi (dua dari kanan) dan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti (dua dari kiri) dalam sinergi membangun ekonomi Kabupaten Probolinggo melalui SE2026. (Foto : BPS)

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data ekonomi yang akurat, mutakhir dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam pembangunan. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.

Menurut Sjaiful, dinamika ekonomi yang terus berkembang, termasuk transformasi digital dan perubahan struktur ekonomi global, menuntut pemerintah memiliki basis data yang kuat agar mampu merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ia menjelaskan perekonomian Kabupaten Probolinggo saat ini menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Kabupaten Probolinggo tumbuh sebesar 6,63 persen secara year on year (y-on-y) yang didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, investasi serta pertumbuhan sektor unggulan seperti pertanian dan industri pengolahan.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar (kanan) dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto (kiri) menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada petugas SE2026. (Foto : BPS)

“Kinerja ekonomi yang terus membaik ini harus didukung dengan ketersediaan data yang valid dan terpercaya. Dengan data yang kuat, pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan, mengidentifikasi potensi ekonomi daerah serta menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” terangnya.

Sjaiful mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil dan menengah hingga perusahaan besar, untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang benar, lengkap dan jujur kepada petugas.

“Partisipasi masyarakat dan pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang diberikan akan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Probolinggo. Semakin baik kualitas data yang terkumpul, semakin tepat pula kebijakan yang dapat diambil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sjaiful juga menyampaikan apresiasi kepada BPS dan seluruh petugas lapangan yang akan terlibat dalam proses pendataan. “Kami berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga menghasilkan data yang berkualitas. Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah penting menuju pembangunan Kabupaten Probolinggo yang lebih maju, inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar

Editor : Tim Bromo Info