Reporter: Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto menerima kehadiran peserta didik penyandang disabilitas Kenzi Azra dari KB Trisakti Desa Batur Kecamatan Gading di Guest House (GH) Kraksaan, Minggu (28/4/2024).
Kenzi yang berasal dari Desa Kedungsumur Kecamatan Pakuniran ini merupakan anak pertama dari pasangan Baharudin Sholeh dan Siti Fatimah. Ia mengalami keterbatasan fisik sejak lahir pada tanggal 16 Oktober 2018 silam.
Turut mendampingi Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Disdikdaya Indah Rohani Dwijoko Nurjayadi, Camat Kraksaan Puja Kurniawan dan Ketua TP PKK Kecamatan Kraksaan Wiwin Puja Kurniawan, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Abdul Hapi, Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah serta Pengelola KB Desa Batur Srinoto.
Dalam kesempatan tersebut, Rita Erik meminta agar Kenzi tidak patah semangat dan harus terus semangat belajar. “Kenzi jangan pernah putus asa dan harus semangat belajarnya. Tunjukkan jika Kenzi bisa berprestasi walaupun ada keterbatasan fisik,” katanya.
Sambil memeluk erat Kenzi, Ketua Forum PAUD Kabupaten Probolinggo ini meminta agar tidak minder walaupun kondisi fisiknya berbeda dengan anak yang lain. “Bunda yakin, dengan semangat belajar yang tinggi, Kenzi akan mampu meraih cita-cita yang diinginkan,” terangnya.
Kepada orang tuanya, Rita Erik meminta agar terus memberikan semangat yang tinggi kepada anaknya. Sebab anaknya ini merupakan anak yang istimewa. Oleh karena itu, berikan pendidikan kepada anaknya dengan baik.
“Anak ibu ini sama dengan anak-anak yang lainnya, cuma sedikit berbeda saja. Biarkan mereka merasakan kebahagiaan sesuai dengan usia dan bermain bersama dengan teman-temannya,” pintanya.
Menurut Rita Erik, selama akademiknya sama dengan anak-anak yang lain maka Kenzi bisa menempuh pendidikan di sekolah umum. “Hanya saja tugas orang tua untuk menguatkan mental anak. Jangan sampai ketika ada temannya yang ngebully, mentalnya down. Tolong terus damping anaknya dengan baik,” terangnya.
Rita Erik juga meminta kepada Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah untuk terus mendampingi Kenzi agar bisa memperoleh bantuan kaki palsu, khususnya dari Baznas Kabupaten Probolinggo.
“Minta tolong untuk terus didampingi agar anak ini bisa segera mendapatkan bantuan kaki palsu ya Bu. Salam saya kepada Baznas Kabupaten Probolinggo. Anaknya semangat sekali, tinggal kita sekarang yang harus memberikan motivasi apa yang dibutuhkan,” tegasnya.
Sementara Siti Fatimah, ibu dari Kenzi mengaku anaknya mengalami kelainan fisik sejak lahir. Padahal selama kehamilan ia mengaku rutin untuk kontrol. “Awal lahir sempat kaget karena anaknya lahir dengan fisik yang terbatas. Tapi saya menerima ini sebagai sebuah anugerah dari Allah SWT,” ujarnya.
Walaupun mengalami keterbatasan fisik jelas Siti Fatimah, tetapi semangat anaknya untuk sekolah sangat luar biasa. Ia aktif sekolah meskipun jarak dari rumah ke sekolahnya sekitar 3 kilometer dan masih harus melintasi sungai di daerah pegunungan Desa Kedungsumur.
“Selama ini Kenzi yang memberikan saya semangat. Anaknya sangat aktif dan semangatnya luar biasa. Harapan saya kepada pemerintah semoga bisa mencukupi kebutuhan anak saya seperti kaki palsu,” terangnya.
Kenzi sendiri mengungkapkan akan sangat senang jika bisa menerima bantuan kaki palsu. Apalagi selama ini ia mengaku tidak pernah malu bertemu teman-temannya walaupun memiliki keterbatasan fisik. “Saya bercita-cita ingin menjadi dokter. Jika dapat bantuan kaki palsu, saya akan lebih semangat lagi sekolah,” ungkapnya. (wan)
