Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Petani Kecamatan Pakuniran Dikenalkan Jadam Sulfur, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

Petani Kecamatan Pakuniran Dikenalkan Jadam Sulfur, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

PAKUNIRAN – Upaya mendorong pertanian berkelanjutan terus diperkuat melalui pengenalan teknologi pengendalian hama ramah lingkungan. Paguyuban Pakuniran “Sumber Jaya” mengikuti pelatihan pembuatan Jadam Sulfur sebagai alternatif pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), khususnya pada musim tembakau tahun 2026, Senin (11/5/2026) di rumah Rasyidi di Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran.

Kegiatan ini difasilitasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Pakuniran bersama POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya sebagai bentuk peningkatan kapasitas petani dalam mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati menjelaskan Jadam Sulfur merupakan pestisida nabati berbahan dasar belerang yang memiliki efektivitas tinggi dalam menekan hama dan penyakit tanaman.

“Jadam Sulfur ini murah, bahan mudah didapat dan lebih aman bagi lingkungan dibanding pestisida sintetis. Ini bisa menjadi solusi pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati memberikan materi pelatihan Jadam Sulfur. (Foto : POPT Perkebunan)

Dalam praktiknya, peserta diajarkan proses pembuatan dengan bahan belerang 1 kilogram, soda api 800 gram, garam krosok 100 gram dan air 4 liter yang diolah hingga homogen dan didiamkan selama 24 jam sebelum digunakan.

Koordinator BPP Pakuniran Nasrul Halim menegaskan inovasi ini sangat relevan di tengah meningkatnya biaya produksi dan tantangan perubahan iklim. “Pertanian ramah lingkungan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jadam Sulfur ini terbukti bisa menekan OPT tanpa merusak ekosistem,” ungkapnya.

Sementara Ketua Paguyuban Pakuniran “Sumber Jaya” Supyan menyambut baik pelatihan tersebut karena memberikan solusi alternatif yang lebih ekonomis bagi petani. “Selama ini biaya pestisida cukup tinggi. Dengan Jadam Sulfur, petani punya pilihan yang lebih hemat dan tetap efektif,” ujarnya.

Paguyuban Pakuniran “Sumber Jaya” foto bersama dan bagi-bagi Jadam Sulfur. (Foto : POPT Perkebunan)

Melalui pelatihan ini, petani diharapkan mampu menerapkan pengendalian hama secara mandiri, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Probolinggo. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info