Depan > Pemerintahan > Pemerintah Desa Laweyan Sosialisasikan Program ODUS OCON

Pemerintah Desa Laweyan Sosialisasikan Program ODUS OCON

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Pemerintah Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih melakukan sosialisasi dan meresmikan program One Dusun One Icon (ODUS OCON) yang merupakan salah satu program 6 bulan manis (Program 6 Bulan Menuju Desa Laweyan Menjadi Desa Maju, Mandiri, Bersih dan Sejahtera) di Balai Desa Laweyan, Selasa (7/12/2021).

Di Desa Laweyan sendiri ada 5 (lima) dusun yang nantinya akan dibranding berdasarkan potensi yang ada di masing-masing dusun. Yakni, Dusun Manis dengan Kampung Wisata Bambu Manis, Dusun Manis II dengan Kampung Anggur Manis Laweyan, Dusun Ombenan dengan Kampung Jamur Barokah Laweyan, Dusun Karang Tengah dengan Kampung Sablon Laweyan dan Dusun Krajan dengan Kampung UKM Laweyan.

Kegiatan yang diikuti oleh para inisiator dan patriot desa dari lima dusun ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Camat Sumberasih Wiwit Suryaningsih dan Tenaga Ahli Tangguh Hermawan serta Sekretaris Desa Laweyan Idris Hidayatulloh.

Camat Sumberasih Wiwit Suryaningsih mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik lagi. Apa yang dilakukan oleh Desa Laweyan ini menjadi pioneer dan pertama di Kabupaten Probolinggo.

“Ini adalah pioneer dan satu-satunya desa yang dusun-dusunnya memiliki potensi masing-masing yang digali oleh masyarakat dan didukung oleh Pemerintah Desa. ODUS OCON ini tujuannya ingin mencerdaskan segenap masyarakat Desa Laweyan dengan menggunakan Bahasa Inggris,” ujarnya.

Menurut Wiwit, memunculkan produk di setiap dusun ini harapannya nanti bisa menuju kehidupan yang lebih baik lagi bagi masyarakat Desa Laweyan. Padahal menentukan icon itu tidaklah mudah. Semua ini harus dilandasi dengan komitmen yang kuat dan harus ada komitmen dari segenap masyarakat.

“Saya harapkan program ini jangan sampai berhenti di tengah jalan. Sudah menjadi pioneer dan harapan kita bisa menular ke desa lainnya. Program ini tidak akan berhasil apabila tidak disertai dengan doa dan usaha. Ini luar biasa karena di masa pandemi bisa memberikan contoh kepada desa-desa yang lain,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Desa Laweyan Idris Hidayatulloh menyampaikan bahwa program ODUS OCON ini tercetus karena melihat Desa Laweyan mempunyai potensi desa berupa lahan pertanian yang cukup luas. Disamping itu juga terdapat potensi kader-kader desa terbaik yang dapat membantu Pemerintah Desa untuk memajukan desa.

“Melihat potensi tersebut, kami mempunyai inisiatif untuk melaksanakan sebuah program yang dinamakan ODUS OCON atau One Dusun One Icon. Program ini dimaksudkan untuk menggali potensi yang ada di setiap dusun untuk dijadikan program unggulan atau icon setiap dusunnya,” ungkapnya.

Idris menegaskan dari 5 dusun tersebut hanya Kampung UKM di Dusun Krajan yang masih belum mulai sama sekali dan masih dalam tahap perencanaan. Sedangkan 4 dusun yang lain sudah tahap mengembangkan kegiatan yang sudah berjalan.

“Melalui program ODUS OCON ini, setiap dusun mempunyai satu icon yang akan menjadi fokus program untuk dikembangkan. Icon ini akan dimaksimalkan dan didukung total oleh Pemerintah Desa Laweyan untuk dikelola oleh warga di setiap dusun tersebut,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan program ODUS OCON ini merupakan sebuah program yang sangat luar biasa. Sebab Desa Laweyan mampu mengangkat potensi yang ada di masing-masing dusun sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program ODUS OCON ini harus didasari dan diawali dengan sesuatu profil yang menunjukkan potensi desa. Seperti halnya anggur asli Kabupaten Probolinggo. Bagaimana caranya kita mengembalikan roh buah anggur lokal melalui keterlibatan masyarakat. Dan ini sudah dilakukan oleh Desa Laweyan,” katanya.

Menurut Anung, jika program ini terwujud maka Desa Laweyan menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Probolinggo yang menanam anggur asli Kabupaten Probolinggo. Namun untuk mewujudkan hal tersebut memang perlu dukungan dari masyarakat desa itu sendiri dan pimpinan desa serta OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Semua ini tidak akan terwujud apabila tidak ada sinergitas dengan semua pihak. Semua ini mimpi dan sudah diwujudkan dalam bentuk program. Sekarang zamannya sudah digital minded. Jadi proses pemasaran sudah harus dilakukan secara online dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi,” tegasnya.

Anung menambahkan bahwa pengembangan UKM harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk didalamnya oleh Pemerintah Kecamatan Sumberasih. “Program ini pada intinya ingin mensejahterakan masyarakat Desa Laweyan. Tetapi kalau tidak ada patriot-patriot desa yang tanggug, tentunya program ini hanya akan tinggal mimpi saja. Publikasi juga harus dilakukan sebagai upaya untuk membranding sebuah program,” pungkasnya. (wan)