Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Probolinggo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Bagi Perempuan dan Kelompok Rentan Tahun 2024, Rabu (28/2/2024) siang di ruang pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo.
Dengan mengusung tema “Percepatan Penurunan Kemiskinan Daerah Dalam Perspektif GEDSI (Gender, Disabilitas dan Inklusi Daerah”, Musrenbang tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo diantaranya, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Selain diikuti perwakilan dari OPD, Forum Musrenbang tersebut juga diikuti beberapa ormas dan komunitas masyarakat diantaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pemuda Peduli Kesehatan Masyarakat, K3S, Muslimat NU dan Kelompok Wanita Tani serta Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) mitra perempuan dan inklusi yakni Gerkatin dan Pertuni.
Hadir saat itu Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Dra Nelly Asnifati didampingi Ketua PDA Kabupaten Probolinggo Lasminingsih. Bertindak sebagai narasumber sekaligus membuka secara resmi forum Musrenbang tersebut Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin.
Di sela-sela paparannya, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas inisiasi PAD Kabupaten Probolinggo yang telah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya untuk mengikuti Forum Musrenbang Kabupaten Probolinggo yang sejatinya pelaksanaannya masih akan digelar pada bulan Maret 2024 mendatang.
Hudan mengemukakan sesuai tema yang diusung dalam Musrenbang, forum ini tentu sangat penting dan strategis bagi Kabupaten Probolinggo. Melalui forum ini diharapkan dapat menghasilkan usulan-usulan yang dapat menjadi masukan bagi Bupati dalam merumuskan rencana pembangunan dan program kerja Bupati Probolinggo kedepannya.
“Karena kita ketahui bersama isu gender, anak dan pembangunan inklusi juga menjadi poin utama dalam upaya pembangunan sumber daya manusia. Dimana keterlibatan Perempuan dan difabel dalam pembangunan daerah Kabupaten Probolinggo masih belum optimal,” terangnya.
Sementara Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Nelly Asnifati mengatakan, pihaknya saat ini memang sedang fokus bersama pemerintah dan mitra pembangunan untuk mendorong proses perencanaan pembangunan yang inklusif dan berkesetaraan gender, sehingga tidak ada seorangpun yang tertinggal.
“Kami berharap melalui forum Musrenbang ini bisa memastikan agar suara perempuan, difabel dan komunitas yang berasal dari kelompok marginal dapat terserap pada saat forum Musrenbang Kabupaten Probolinggo. Sehingga aspirasi ini sedapatnya terakomodir dalam proses perencanaan pembangunan mendatang,” tandasnya. (dra)
