Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Ning Marisa Dorong Pelestarian Kue Satru sebagai Warisan Kuliner Kabupaten Probolinggo

Ning Marisa Dorong Pelestarian Kue Satru sebagai Warisan Kuliner Kabupaten Probolinggo

BESUK – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kue Satru sebagai salah satu warisan kuliner khas Kabupaten Probolinggo.

Ajakan tersebut disampaikan Ning Marisa saat melakukan kunjungan ke IKM Kue Satru di Desa Randujalak Kecamatan Besuk, Senin (3/8/2026). Turut mendampingi Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Sekretaris Dekranasda Kabupaten Probolinggo Galuh Hudan Syarifuddin, Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Kabupaten Probolinggo Muhammad Ikbal, Camat Besuk Handik Hariyanto dan Kepala Desa Randujalak Nur Dwiansyah Triyono Putra

Dalam kunjungannya, Ning Marisa menilai Kue Satru merupakan jajanan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat dan memiliki nilai sejarah sebagai kuliner legendaris. “Meski di tengah perkembangan zaman dan perubahan selera generasi muda, produk tersebut dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila mendapat dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sebagian besar generasi muda lebih mengenal aneka kue modern seperti nastar, kastengel dan jenis kue lainnya. Namun demikian, keberadaan Kue Satru tetap harus dipertahankan sebagai identitas kuliner daerah yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman.

Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris saat berada di sentar IKM Kue Satru di Desa Randujalak Kecamatan Besuk. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

“Tadi saya berkunjung ke IKM Kue Satru di Desa Randujalak. Kue Satru ini memang sudah sangat terkenal dan merupakan kue legendaris. Memang saat ini anak-anak generasi muda lebih menyukai kue-kue modern seperti nastar dan kastengel. Namun, di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, Kue Satru masih tetap diproduksi dan dilestarikan. Hal inilah yang harus kita dukung bersama,” terangnya.

Ning Marisa berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memberikan perhatian terhadap pelaku usaha Kue Satru agar mampu mempertahankan eksistensinya sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif.

“Pemerintah Desa Randujalak harus memberikan dukungan agar kue tradisional seperti Kue Satru tetap eksis, tetap dikenal oleh masyarakat dan terus hadir di setiap hidangan ruang tamu, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Pelestarian kuliner lokal merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info