Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Literasi Permodalan, DKUPP Kabupaten Probolinggo Kenalkan Kredit Bunga Rendah Bagi UMKM

Literasi Permodalan, DKUPP Kabupaten Probolinggo Kenalkan Kredit Bunga Rendah Bagi UMKM

KRAKSAAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan literasi permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di ruang pertemuan Pasar Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan pedagang dan pelaku UMKM dari tujuh pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo. Masing-masing pasar mengirimkan lima perwakilan. Mereka berasal dari Pasar Senen, Pasar Besuk, Pasar Kotaanyar, Pasar Semampir, Pasar Paiton, Pasar Kebonagung dan Pasar Wangkal.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai akses pembiayaan usaha, DKUPP Kabupaten Probolinggo menggandeng Bank UMKM Jawa Timur sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai berbagai skema pembiayaan usaha, termasuk Program Kredit Sejahtera (Prokesra) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kepala Bidang Usaha Mikro Aditia Arya Guntoro mengatakan kegiatan literasi permodalan ini bertujuan membuka akses informasi kepada pelaku UMKM terkait sumber pembiayaan yang aman, legal dan terjangkau.

“Latar belakang kegiatan ini karena Bank UMKM Jawa Timur memiliki Program Kredit Sejahtera atau Prokesra yang memberikan fasilitas kredit dengan bunga hanya 3 persen per tahun. Program ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan bunganya disubsidi oleh Gubernur Jawa Timur,” katanya.

Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo Aditia Arya Guntoro dalam literasi permodalan bagi UMKM di Pasar Kebonagung Kecamatan Kraksaan. (Foto : DKUPP)

Menurut Adit, masih banyak pelaku UMKM, khususnya pedagang pasar tradisional yang belum mengetahui adanya program pembiayaan dengan bunga rendah tersebut. Akibatnya, sebagian di antaranya masih bergantung pada pinjaman harian yang memiliki beban bunga sangat tinggi.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada para pedagang pasar agar tidak terjerat pinjaman atau utang dari bank harian yang bunganya bisa mencapai sekitar 30 persen. Dengan adanya informasi ini, mereka memiliki alternatif permodalan yang lebih ringan dan menguntungkan,” jelasnya.

Adit menambahkan, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha mikro. “Dengan dukungan modal yang cukup dan bunga yang terjangkau, pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya tanpa harus terbebani biaya pinjaman yang tinggi,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan kredit hingga tata cara pengelolaan keuangan usaha agar mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara optimal.

“Harapan kami para pelaku UMKM, khususnya pedagang pasar tradisional dapat memanfaatkan Program Kredit Sejahtera sehingga memperoleh tambahan modal usaha dengan bunga lunak dan cicilan yang lebih ringan,” terangnya.

Perwakilan pedagang pasar dan pelaku UMKM dari tujuh pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo mengikuti literasi permodalan bagi UMKM. (Foto : DKUPP)

Lebih lanjut Adit berharap literasi permodalan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengakses lembaga keuangan formal sekaligus memperkuat daya saing usaha mereka di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

“Dengan semakin banyak pelaku UMKM yang memahami akses pembiayaan resmi, diharapkan pertumbuhan usaha mikro di Kabupaten Probolinggo dapat semakin meningkat serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info