Sunday, November 29, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Klaster Pabrik Sebabkan Terjadinya Lonjakan Kasus

Klaster Pabrik Sebabkan Terjadinya Lonjakan Kasus

Reporter : Sony Wahyu Wirawan
KRAKSAAN – Klaster adalah penamaan satu kelompok yang memiliki hubungan kejadian kesehatan yang sama. Kasus COVID-19 di Kabupaten Probolinggo terdiri dari berbagai macam klaster, diantaranya klaster petugas haji, klaster tenaga kesehatan, klaster pasar, klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster pondok pesantren, klaster perusahaan/pabrik dan klaster pelangi.

“Disebut klaster pelangi karena tidak jelas sumber penularannya dan terjadi secara horizontal. Dalam beberapa hari terakhir yang mendominasi adalah klaster pabrik yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus kemarin,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica, Sabtu (19/9/2020).

Lonjakan kasus kemarin totalnya mencapai 145 kasus terdiri dari 124 kasus klaster pabrik, 7 kasus kontak erat terkonfirmasi positif COVID-19 dan 14 kasus penderita yang berada di rumah sakit.

Menurut Dewi, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo sebenarnya telah melakukan serangkaian kegiatan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di masyarakat, diantaranya upaya pencegahan melalui sosialisasi, edukasi dan penggunaan berbagai media informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman serta keteladanan dari pimpinan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Upaya perlindungan melalui penyediaan sarana cuci tangan (dengan sabun maupun handsanitizer), adanya skrining pemeriksaan kesehatan bagi fasilitas umum maupun tempat-tempat yang berpotensi terjadinya penularan COVID-19, pengaturan jaga jarak, disinfeksi berkala pada ruangan dan peralatan, penegakan disiplin perilaku masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, pengaktifan satgas kecamatan sampai desa,” jelasnya.

Selanjutnya upaya yang dilakukan jelas Dewi, peningkatan layanan ruang isolasi di rumah sakit, peningkatan dan percepatan pelayanan Laboratorium PCR di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, penambahan rumah karantina/isolasi Sehat Kabupaten Probolinggo, penambahan tenaga kesehatan difasilitas pelayanan kesehatan sampai pembatasan fisik dan sosial.

“Adanya peran bidang pemberdayaan masyarakat, bidang keamanan dan penegakan hukum serta adanya komunikasi risiko dalam membantu membangun kepercayaan masyarakat agar meminimalkan kesalahpahaman dan mengelola isu/hoax yang terjadi, sehingga dapat mengubah perilaku hidup masyarakat dalam mengendalikan kasus COVID-19 di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Dewi menambahkan berkaitan dengan meningkatnya klaster pabrik/perusahaan yang terjadi saat ini dimana kontak yang lama antar karyawan sangat membuka peluang untuk terjadinya penularan, maka Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan selalu menghimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja.

“Yaitu dengan memakai masker, mengurangi kontak fisik dan menjaga jarak minimal 2 meter, rutin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, meningkatkan imunitas dengan memenuhi asupan makanan bergizi seimbang, istirahat cukup dan menjaga lingkungan tempat kerja selalu bersih dan ventilasi sirkulasi yang baik,” pungkasnya. (n0z)

cww trust seal