Sunday, April 14, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Kejurprov Taekwondo Seri ke-2 Jatim, Atlit Taekwondo Raih 14 Medali

Kejurprov Taekwondo Seri ke-2 Jatim, Atlit Taekwondo Raih 14 Medali

Reporter : Syamsul Akbar
MADIUN – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo saat mengikuti 2nd East Java Taekwondo Championship atau Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Seri ke-2 Jawa Timur, Jum’at hingga Minggu (15-17/12/2023).

Dalam kejuaraan yang digelar di GOR Wilis Kota Madiun tersebut, atlit taekwondo sukses meraih 14 medali terdiri dari 11 medali emas dan 3 medali perak untuk kelas prestasi dan kategori festival (kyorugi dan poomsae).

Untuk kelas prestasi, ada 5 medali emas dan 1 medali perak yang berhasil diraih. Medali emas diraih oleh Ericha Dina Lestari (Poomsae Individual Pra Cadet Putri), Ericha Dina Lestari, Nadalia Nur Aini, Fara Kridayanti (Poomsae Team Pra Cadet Putri), Mas Athallah Arjuna P (Kyorugi Pra Cadet Over 53 Kg Putra), Anindya Ayu Purwa Artanty (Kyorugi Cadet Under 41 Kg Putri) dan Muhammad Ramahani (Kyorugi Cadet Under 61 Kg Putra). Medali perak diraih Fariz Choirul Nur Alviansyah S (Kyorugi Junior Under 55 Kg Putra).

Sementara kategori festival untuk kelas kyorugi medali emas diraih oleh Aditya Yoga, Quinn Narapati, Danish Putra, Gusti dan Ahmad Faris. Serta medali perak diraih Niko A. Untuk kelas poomsae medali emas diraih M. Dimas R dan medali perak diraih Faragrisielda.

Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Probolinggo Puja Kurniawan mengaku sangat bangga atas prestasi yang sudah diraih oleh atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo di Kejurprov Taekwondo Seri-2 Jawa Timur.

“Untuk kejurprov ini, kita mengirimkan 17 atlit dan hasilnya mereka berhasil menyabet 14 medali terdiri dari 11 medali emas dan 3 medali perak. Saya bangga karena atlit sudah berusaha tampil maksimal. Urusan menang dan kalah itu adalah urusan nomor sekian,” katanya.

Menurut Puja, atlitnya berhasil panen medali karena beberapa hal. Pertama, setelah Porprov di Jombang, pengurus bersama pelatih dan atlit menjalankan porsi latihan fisik yang tidak sama dengan waktu Porprov. Kedua, atlit Puslatda tidak ada yang ikut karena sedang persiapan PON (Pekan Olahraga Nasional) tahun depan, termasuk atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu, ada beberapa atlit dari daerah lain tidak ikut karena jaraknya berdekatan dengan kejuaraan sebelumnya di Kota Surabaya. Karena waktunya terlalu mepet, sehingga atlit yang ikut tidak sebanyak seperti biasanya,” jelasnya.

Puja menerangkan keikutsertaan di kejuaraan ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit atlit baru yang bisa menjadi pelapis bagi atlit-atlit seniornya. Sekaligus regenerasi atlit untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan di tahun-tahun mendatang.

“Kita berusaha mencari bibit atlit baru karena seniornya ada yang sudah bekerja, menikah dan lain sebagainya. Dimana atlit ini kita persiapkan untuk mengikuti kejuaraan di tahun mendatang. Semoga atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo bisa terus semangat dan giat berlatih serta mempersembahkan prestasi terbaik bagi Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)