GADING – Pemerintah Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (Unair) dalam sebuah seremoni di Pendopo Kantor Kecamatan Gading, Senin (13/7/2026). Mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di lima desa selama masa KKN.
Penerimaan mahasiswa dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gading Nurahman mewakili Camat Gading Erwin Yulianto kepada lima kepala desa meliputi Kepala Desa Batur, Betek Taman, Duren, Prasi dan Gading Wetan.
Kelima kelompok mahasiswa selanjutnya ditempatkan di desa-desa tersebut sesuai potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.
Program yang menjadi fokus pengabdian meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan posyandu, pelatihan kewirausahaan serta berbagai kegiatan lain yang diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.

Camat Gading Erwin Yulianto mengatakan kehadiran mahasiswa KKN BBK Universitas Airlangga diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN BBK Universitas Airlangga di Kecamatan Gading. Kami berharap mahasiswa dapat bekerja bersama perangkat desa dan masyarakat, bukan berjalan sendiri. Jadikan KKN ini sebagai jembatan ilmu, membawa pengetahuan dari kampus sekaligus memperoleh pengalaman berharga selama mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.
Usai prosesi penerimaan, para mahasiswa langsung menuju desa penempatan masing-masing untuk melaksanakan orientasi wilayah sekaligus bermusyawarah dengan pemerintah desa dalam menyusun program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Melalui kolaborasi tersebut, kehadiran mahasiswa KKN BBK Universitas Airlangga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Batur, Betek Taman, Duren, Prasi dan Gading Wetan sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
