Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Probolinggo di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/12/2022).
Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Polres Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, BPS Kabupaten Probolinggo dan Perum Bulog Cabang Probolinggo.
HLM TPID ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo. Khusus, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) menghadirkan kepala pasar, distributor sembako dan SRG Alassumur dan Dinas Ketahanan Pangan menghadirkan Gapoktan (penerima infrastruktur Lumbung Pangan) serta Sales Area Manager PT. Pertaminan (Persero) Malang, Pabrik Gula (PG Gending dan PG Wonolangan) dan perbankan (Bank Jatim Cabang Kraksaan).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyambut baik terselenggaranya forum silaturahmi seperti ini sebagai media komunikasi yang efektif dan strategis antara pemerintah dengan pelaku usaha.
“Dengan kegiatan ini kita dapat berkolaborasi, khususnya dalam hal ini menciptakan situasi yang kondusif menyambut perayaan hari raya Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023,” katanya.
Terkait inflasi jelas Hasyim, apabila terkendali merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing potensi wilayah, menjaga pendapatan riil masyarakat dan menjaga iklim usaha yang kondusif yang berdampak pada naiknya penciptaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Apabila rendah dan stabil mutlak diperlukan untuk dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta terjaganya daya beli masyarakat yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Hasyim, strategi TPID dalam pengendalian inflasi tahun 2022 dilakukan dengan 4 k (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif).
“Selain itu, optimalisasi belanja wajib perlinsos maupun BTT dan pengendalian inflasi serta melakukan pendampingan dalam optimalisasi anggaran dari Dana Desa dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” terangnya.
Hasyim menegaskan hal-hal yang harus dilakukan dalam pengendalian inflasi menghadapi Nataru dalam rangka antisipasi adanya gejolak kenaikan harga beberapa komoditas tertentu dan menjamin ketersediaan stok bahan pokok dan barang strategis lainnya karena adanya peningkatan volume konsumsi.
“Seluruh anggota TPID sedari awal harus mampu mengantisipasi berbagai risiko kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru 2023. Satgas Pangan dapat terus memantau dan menindaklanjuti apabila terjadi potensi penimbunan oleh spekulan,” tegasnya.
Lebih lanjut Hasyim meminta agar Pertamina harus menjaga kecukupan pasokan bahan bakar terutama gas LPG, sekaligus memastikan agar LPG bersubsidi hanya disalurkan kepada penduduk miskin dan usaha mikro serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan seperti beras, daging ayam ras, daging sapi, telur, gula dan minyak goreng.
“Pastikan kelancaran distribusi sembako menjelang Natal dan Tahun Baru 2023. Bulog maupun DKUPP agar melakukan operasi pasar serta penyaluran dan realisasi belanja wajib dari realokasi DTU 2% sudah harus tuntas,” ujarnya.
Sementara Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Jurianto mengungkapkan sesuai dengan rilis berita resmi statistik BPS edisi 1 Desember 2022, angka inflasi di tingkat nasional per November 2022 secara year on year sebesar 5,42%. Angka inflasi (IHK) Kota Probolinggo per November 2022 secara month to month sebesar 0,37% (mtm), 4,76% (ytd) dan 5,57 % (yoy).
“Angka inflasi IHK Kota Probolinggo pada November lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober disebabkan oleh kenaian pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,78%, pakaian dan alas kaki sebesar 1,11%, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,52%, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,88%, kesehatan sebesar 2,20%, transportasi sebesar 9,85%, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,01%, pendidikan sebesar 7,89%, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,76% serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,86%,”ungkapnya.
Juri menyampaikan laporan perkembangan harga Minggu I dan Minggu 2 Desember 2022
berdasarkan Siskaperbapo didapat dari harga rata-rata 3 pasar meliputi Pasar Semampir, Pasar Dringu dan Pasar Leces.
“Barang yang mengalami tren kenaikan harga adalah cabai rawit, daging ayam potong dan sayur kol/kubis. Barang yang mengalami penurunan harga adalah minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter dan bawang merah. Serta komoditas yang cenderung stabil antara lain beras, gula, telur dan aneka ikan,” pungkasnya. (wan)
