Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Jelang Nataru 2022, DPKH Lakukan Pendataan Produk Hewan di Pasar Tradisional

Jelang Nataru 2022, DPKH Lakukan Pendataan Produk Hewan di Pasar Tradisional

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo melakukan pengawasan, pendataan dan pembinaan produk hewan di pasar tradisional, Rabu (15/12/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pasar Paiton dan Pasar Pakuniran ini dipimpin oleh Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi oleh Koordinator Pasar Paiton Murtade.

Dasar hukum kegiatan Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 Jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesrawan serta Permentan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Sertifikasi NKV Unit Usaha Produk Hewan.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan pengawasan, pembinaan dan pendataan kios daging sapi di pasar tradisional yang mengambil daging dari RPH (Rumah Potong Hewan). “Sekaligus memberikan leaflet terkait hiegine sanitasi produk hewan di pasar tradisional,” katanya.

Hasil dari kegiatan tersebut jelas Niko, Pasar Paiton terdapat penjual daging sapi 6 (enam) orang, daging ayam 8 (delapan) orang, daging kambing 1 (satu) orang dan menjelang Nataru harga daging sapi di Pasar Paiton dan Pakuniran relatif stabil antara Rp 100.000 hingga Rp 105.000/kg, usus sapi Rp 35.000/kg, hati sapi Rp 50.000 hingga Rp 60.000/kg, babat Rp 40.000 hingga Rp 50.000/kg dan tulangan Rp 50.000/kg.

“Menurut pedagang di Pasar Paiton dan Pakuniran, harga daging ayam naik menjadi Rp 36.000/kg sejak 5 hari terakhir dari rata-rata Rp 34.000/kg, usus ayam Rp 25.000/kg, rempelo ati Rp 25.000/kg dan kepala ayam Rp 15.000/kg,” jelasnya.

Selanjutnya terang Niko, harga telur asin masak Rp 2.500/butir dan yang masih mentah Rp 2.000/butir di Pasar Pakuniran dan Paiton. Sedangkan telur ayam ras di Pasar Paiton Rp 26.000/kg dan di Pasar Pakuniran Rp 25.000/kg mengalami kenaikan dari harga semula Rp 23.000/kg.

“Kami juga mengingatkan kepada seluruh pengunjung dan pembeli, khususnya produk hewan untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, terutama ketika berada di pasar tradisional,” terangnya.

Dengan kegiatan ini Niko mengharapkan dapat memberikan edukasi persuasif kepada masyarakat di pasar tradisional untuk selalu membeli dan mengkonsumsi daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dari RPH dan membeli di kios daging yang terpasang banner tanda tangan Bupati Probolinggo.

“Kami mengharapkan konsumen di pasar tradisional tetap menjaga protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah. Selain itu, kios daging yang terpasang banner tanda tangan Bupati Probolinggo dapat bersaing secara sehat dan meningkat penjualannya,” harapnya. (wan)